Beranda PALI Realisasi Pajak Daerah PALI Tumbuh 21,84 Persen, Bapenda Lampaui Target Bulanan

Realisasi Pajak Daerah PALI Tumbuh 21,84 Persen, Bapenda Lampaui Target Bulanan

207
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Kinerja sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Melalui optimalisasi pemungutan pajak daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PALI berhasil mencatatkan realisasi penerimaan yang melampaui target bulanan hingga Mei 2026.

Berdasarkan laporan fungsional perbandingan pendapatan, realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten PALI dari Januari hingga Mei 2026 mencapai Rp14.160.609.810,56 atau sekitar 31,81 persen dari target tahunan sebesar Rp44.512.657.294,00.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp11.622.411.884,00, maka terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp2.538.197.926,56 atau tumbuh 21,84 persen secara year-on-year (YoY).

Kepala Bapenda Kabupaten PALI, Aryansyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

“Realisasi yang dicapai hingga Mei 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bapenda PALI dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak juga terus meningkat,” ujar Aryansyah saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Sejumlah sektor pajak menjadi kontributor utama peningkatan penerimaan daerah, di antaranya:

  • Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor restoran dengan realisasi Rp125.440.448,00 atau meningkat 83,14 persen.
  • Pajak jasa boga atau katering yang mencapai Rp1.417.299.376,00 atau tumbuh 70,15 persen.
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp639.716.385,00 atau meningkat 378,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Pajak tenaga listrik dengan realisasi Rp4.169.883.354,00 atau tumbuh 20,76 persen.

Menurut Aryansyah, capaian tersebut menjadi indikator positif bagi upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendukung program pembangunan yang berkelanjutan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa target pendapatan daerah hingga akhir tahun masih memerlukan kerja keras dan konsistensi dari seluruh pihak.

“Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Masih ada target yang harus diselesaikan hingga akhir tahun. Karena itu, Bapenda akan terus melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui pembangunan yang merata,” tegasnya.

Capaian tersebut juga menjadi sinyal positif bagi Pemerintah Kabupaten PALI dalam upaya meningkatkan kapasitas fiskal daerah serta memperkuat pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Bumi Serepat Serasan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini