Beranda PALI Wahyudi Tegaskan Belum Ada Pembahasan Kompensasi Survei Seismik PT BGP

Wahyudi Tegaskan Belum Ada Pembahasan Kompensasi Survei Seismik PT BGP

104
0

PALI, KITOUPDATE.COM – SKK Migas bersama PT Pertamina EP menggelar sosialisasi Survei Seismik 3D Peony di Aula Kantor Camat Talang Ubi, Kabupaten PALI, Senin (22/6/2026). Kegiatan survei tersebut akan dilaksanakan oleh PT BGP Indonesia sebagai upaya untuk menelusuri potensi sumber daya minyak dan gas bumi yang masih tersimpan di wilayah Kabupaten PALI.

Sosialisasi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Asisten III, Kapolsek Talang Ubi, perwakilan Kodim, Camat Talang Ubi, perwakilan Kejaksaan Negeri PALI, SKK Migas, PT Pertamina EP, PT BGP Indonesia, serta sejumlah lurah dan kepala desa yang berada di wilayah kerja survei, di antaranya Lurah Talang Ubi Timur, Talang Ubi Utara, Handayani, serta Kepala Desa Talang Akar, Sungai Ibul, Sukamaju, Sukadamai, dan Karta Dewa.

Kegiatan survei seismik ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi baru yang diharapkan dapat menjadi salah satu penopang perekonomian daerah di masa mendatang.

Kepala Desa Sungai Ibul, Wahyudi, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak perusahaan belum melakukan aktivitas fisik maupun operasional di lapangan, baik pada area yang akan dilintasi maupun yang menjadi jalur survei seismik.

“Kami dari pemerintah desa berkomitmen untuk terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, koordinasi akan difokuskan kepada warga yang lahannya terdampak langsung, khususnya terkait tanam tumbuh serta lokasi lahan yang akan dilalui kegiatan operasional tersebut,” ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan sosialisasi.

Selain itu, Wahyudi yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten PALI menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan terhadap lahan milik warga yang berpotensi terdampak oleh kegiatan survei seismik tersebut. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai kompensasi kepada masyarakat.

“Untuk pembahasan kompensasi, sejauh ini belum ada pembahasan ke arah tersebut,” tegasnya. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini