Beranda Ogan Kemering Ilir Balai Penyuluh KB SP Padang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting

Balai Penyuluh KB SP Padang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting

49
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus bergerak aktif dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.

Melalui pendekatan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan rutin, tim penyuluh baru saja melaksanakan rangkaian sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting yang digelar secara bergantian di berbagai desa yang berada di wilayah Kecamatan SP Padang salah satunya di Desa Batu Ampar.

Kegiatan ini diselenggarakan berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilakukan setiap bulan di setiap desa. Hal ini dilakukan agar sosialisasi dapat menjangkau langsung para sasaran utama, yaitu ibu hamil, ibu yang memiliki bayi dan anak balita, serta keluarga yang memiliki anak usia 0 sampai 59 bulan, sekaligus memanfaatkan kehadiran mereka saat membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian imunisasi.

Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan SP Padang, Nuril Komari, S.Sos, dalam keterangannya menyampaikan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi utama yang menjadi prioritas penanganan pemerintah saat ini.

Kondisi pertumbuhan anak yang terhambat ini tidak hanya berdampak pada fisik yang pendek saja, namun juga akan menurunkan tingkat kecerdasan, daya tahan tubuh yang lemah, hingga menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Kami sengaja melaksanakan sosialisasi ini tepat saat berlangsungnya Posyandu, karena di saat itulah banyak ibu dan keluarga berkumpul. Dengan begitu pesan-pesan penting yang kami sampaikan bisa diterima langsung oleh sasaran tanpa harus mengumpulkan mereka secara terpisah,” ujar Nuril. Selasa (14/07/2026).

Dalam penyampaian materi, PLKB menjelaskan secara rinci mengenai penyebab terjadinya stunting, mulai dari kurangnya asupan gizi yang seimbang baik pada masa kehamilan maupun pada masa pertumbuhan anak, kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang baik, hingga faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kurang memadai.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda awal terjadinya pertumbuhan yang terhambat, cara mengukur tinggi dan berat badan anak dengan benar, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.

Mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama, pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi dan sesuai kebutuhan, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal.

“Selain itu, perlu kami sampaikan juga dan kami ingatkan akan pentingnya menjaga jarak kelahiran anak agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga, serta keterlibatan seluruh anggota keluarga khususnya suami dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan istri maupun anak-anak” jelas Nuril.

Sementara itu Ketua TP PKK Desa Batu Ampar, Sri Melati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Balai Penyuluh KB Kecamatan.

Menurutnya, sinergi antara program yang ada di desa dan program KB sangat diperlukan karena kedua hal tersebut saling berkaitan erat dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

“Kehadiran penyuluh KB melengkapi informasi yang telah diberikan oleh para petugas kesahatan yang ada di desa seperti kader posyandu dan bidan desa yang sering menyampaikan informasi terkait kesehatan masyarakat yang rutin diberikan pada saat kegiatan Posyandu. Sehingga para ibu tidak hanya mengetahui kesehatan anaknya hari ini, tetapi juga memahami bagaimana merencanakan keluarga yang lebih sehat agar terhindar dari masalah gizi buruk dan stunting,” tegas Melati.

Hingga saat ini, rangkaian sosialisasi ini sendiri telah menjangkau sebagian besar desa di wilayah Kecamatan SP Padang dan direncanakan akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan mengikuti jadwal pelaksanaan Posyandu di setiap desa yang belum terjamah.

“Kita semua berharap dengan adanya sosialisasi yang terus-menerus dilakukan oleh balai penyuluhan KB Kecamatan SP Padang ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat dan angka kejadiannya di Kabupaten OKI khususnya di Kecamatan SP Padang dapat menurun secara signifikan hingga mencapai target nol persen di masa mendatang” pungkas Melati.

Selain itu Para penyuluh juga berharap masyarakat tidak hanya sekadar mendengarkan penjelasan, tetapi benar-benar mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh kembang anak-anak di wilayah Kecamatan SP Padang dapat berjalan secara optimal dan sehat jasmani maupun rohani. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini