BANYUASIN, KITOUPDATE.COM – Pergerakan harga pangan menjadi perhatian pemerintah daerah menyusul kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah provinsi pada pekan pertama Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Zoom Meeting Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Senin (10/8/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., mengikuti rapat tersebut bersama Asisten II Setda Banyuasin Ir. Alpian Soleh, M.M., dan Kabag Kesra Setda Banyuasin Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si., dari Ruang Rapat Kantor Bupati Banyuasin.
Dalam rapat tersebut, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan pada Juli 2026. Penurunan indeks harga konsumen tersebut terutama dipengaruhi melandainya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Namun, tekanan harga kembali terlihat pada awal Agustus. Berdasarkan pemantauan minggu pertama (M1) Agustus 2026, sebanyak 17 provinsi mengalami kenaikan IPH dibandingkan bulan sebelumnya, sementara 21 provinsi mencatat penurunan.
Kenaikan IPH di sejumlah daerah terutama dipengaruhi komoditas daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah mendorong penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.
Pemerintah daerah juga diminta melakukan langkah pengendalian secara cepat dengan memprioritaskan komoditas yang mengalami kenaikan harga setiap pekan serta memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) agar distribusi dan pasokan pangan lebih merata.
Pemantauan harga dan pasokan dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi gejolak harga pangan yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat. (Masroni/Julyo)



































