Beranda Ogan Kemering Ilir Prosesi Pernikahan Tradisional Sarat Makna di SP Padang, Lestarikan Budaya ‘Tepak Sekapor...

Prosesi Pernikahan Tradisional Sarat Makna di SP Padang, Lestarikan Budaya ‘Tepak Sekapor Sereh’

35
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Masyarakat di wilayah Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang) Kabupaten OKI tentu tak asing lagi dengan deretan prosesi pernikahan adat yang kental akan makna filosofis dan tradisi turun-temurun. Salah satu rangkaian yang paling sakral dan penuh makna adalah tradisi “Tepak Sekapor Sereh”, yang hingga kini tetap dijaga dan dilestarikan dalam setiap perhelatan pernikahan warga setempat.

Kini, tradisi indah itu kembali terlihat dalam pernikahan Amir bin Edi.S, warga Desa Batu Ampar, yang mempersunting Ita binti Rosi, putri warga Desa Rawang Besar. Acara akad nikah dan rangkaian adat berlangsung di kediaman mempelai wanita, Desa Rawang Besar, Sabtu (15/08/2026), berjalan penuh kehangatan dan kekhidmatan.

Sesuai adat yang berlaku, mempelai pria beserta rombongan keluarga besar dan perangkat desa tiba di rumah mempelai wanita, lalu disambut langsung oleh keluarga besar pihak perempuan. Pertemuan itu bukan sekadar penyambutan, melainkan awal dari rangkaian Tepak Sekapor Sereh, momen sakral yang menandai resmi dimulainya ikatan persaudaraan antara kedua keluarga besar.

– Penyerahan Tepak Sekapor Sereh, Simbol Ikatan Kekeluargaan

Ketua Lembaga Adat Desa Batu Ampar, Sahmin, S.Pd., menjelaskan bahwa inti dari prosesi ini terletak pada penyerahan tepak yaitu sebuah kotak berisi berbagai perlambang syarat tradisi pernikahan yang diserahkan oleh pihak mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita. Penyerahan ini dipimpin langsung oleh ketua lembaga adat dari kedua desa masing-masing mempelai.

“Prosesi penyerahan Tepak Sekapor Sereh ini sangat penting dalam pernikahan adat di Kecamatan SP Padang, khususnya desa-desa dalam wilayah Kijang, karena menjadi simbol ikatan kekeluargaan yang kokoh antara kedua belah pihak,” ungkap Sahmin.

Di dalam tepak tersebut juga disertakan mahar pernikahan, yang umumnya berupa seperangkat perhiasan emas, uang tunai, dan barang-barang lain yang melambangkan kesanggupan serta tanggung jawab mempelai pria untuk mengayomi dan menghidupi calon istrinya.

“Penyerahan tepak, mahar, serta buah tangan ini bukan sekadar seremonial. Ia melambangkan kesiapan kedua keluarga untuk menerima anggota baru dan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan yang sah dan berkah,” jelas Sahmin.

– Nilai Luhur yang Terjaga dari Generasi ke Generasi

Bagi warga setempat, tradisi Tepak Sekapor Sereh menyimpan banyak nilai luhur yang tak ternilai mulai dari rasa hormat, gotong royong, hingga semangat kebersamaan. Prosesi ini bukan hanya milik kedua mempelai, melainkan menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar-keluarga sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur.

“Sebagai warga desa-desa di Kecamatan SP Padang, kita harus bangga dan terus melestarikan adat istiadat kita, termasuk tradisi Tepak Sekapor Sereh ini. Ini adalah warisan budaya yang sangat berharga dan wajib kita jaga kelestariannya agar tidak punah ditelan zaman,” tegas Sahmin.

– Jamuan Penutup, Simbol Syukur dan Doa Bersama

Rangkaian prosesi adat yang sarat makna itu kemudian ditutup dengan jamuan pernikahan. Setelah seluruh ritual adat selesai dilaksanakan, seluruh keluarga besar, tamu undangan, dan warga yang hadir berkumpul untuk menikmati hidangan khas daerah yang telah dipersiapkan secara gotong royong.

“Jamuan pernikahan adat ini adalah perwujudan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya acara sakral ini. Selain itu, jamuan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar-keluarga dan seluruh tamu yang hadir,” jelas Sahmin.

Berbagai hidangan khas daerah disajikan, baik secara prasmanan maupun dihidangkan langsung ke meja tamu. Lebih dari sekadar menyantap makanan, jamuan ini menjadi simbol kebersamaan dan doa tulus dari seluruh warga agar kedua mempelai senantiasa dilimpahkan kebahagiaan, kemakmuran, dan keselamatan dalam mengarungi bahtera rumah tangga hingga akhir hayat.

“Melalui momen sederhana namun bermakna ini, kita semua turut mendoakan agar Amir dan Ita senantiasa rukun, bahagia, dan diberkahi hingga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” tutup Sahmin. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini