OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Dalam upaya menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian mengkhawatirkan di tengah cuaca ekstrem, Kepolisian Sektor (Polsek) Sirah Pulau Padang (SP Padang) menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla bersama seluruh Kepala Desa se-Kecamatan SP Padang. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat SP Padang ini dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Camat SP Padang, Ika Yusa Saputra, SE beserta jajaran, Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten OKI Bambang Irawan, Ketua Forum Kades Kecamatan SP Padang, Hamdani, SH, Kepala Puskesmas SP Padang Dadang Hanura, S.Kep, Kepala Puskesmas Awal Terusan Yesi, Am.Keb, para Penyuluh Pertanian, perwakilan BPBD Kabupaten OKI, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan SP Padang, serta tokoh masyarakat setempat.
– Cuaca Ekstrem, Polsek SP Padang Tegaskan Larangan Membakar Lahan
Dalam sambutannya, Kapolsek SP Padang, Iptu Darlansyah, SH, menyampaikan bahwa cuaca yang terjadi dalam dua bulan terakhir sangat ekstrem dan belum ada hujan yang turun, sehingga potensi terjadinya Karhutla semakin tinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir memenuhi undangan kami di tengah kesibukan masing-masing, terutama kepada Pemerintah Kecamatan SP Padang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kita di sini ingin menegaskan bahwa dilarang membakar lahan dengan alasan apa pun,” ujar Darlansyah.
Ia melanjutkan, saat ini tercatat lebih dari 480 titik api tersebar di seluruh Kabupaten OKI, menunjukkan tingginya tingkat kerawanan kebakaran lahan. Meski demikian, Kecamatan SP Padang sejauh ini tergolong dalam kategori ringan terkait jumlah titik api. Namun demikian, hal itu tidak boleh membuat lengah.
“Alhamdulillah Kecamatan SP Padang termasuk kategori ringan dalam hal titik api, tetapi kita tetap harus waspada, jangan jumawa. Mari kita terus berkoordinasi dan bersinergi membangun komitmen bersama lintas sektor untuk menciptakan kondisi yang kondusif dan bebas dari Karhutla,” harap Darlansyah.
– Sebaran Titik Api dan Bentuk Patroli Bersama
Kapolsek SP Padang juga memaparkan sebaran titik panas atau hotspot yang teridentifikasi di enam desa di wilayah Kecamatan SP Padang, yaitu:
1. Desa Belanti
2. Desa Ulak Jeremun
3. Desa Mangun Jaya
4. Desa Tanjung Alai
5. Desa Sukaraja
6. Desa Pematang Buluran
“Kebanyakan lahan yang terbakar adalah lahan tidak produktif, seperti semak belukar, lahan gambut, dan lahan kosong yang tidak diusahakan untuk bertani. Walaupun demikian, kita harus rutin mengadakan patroli atau pemeriksaan lapangan yang melibatkan lintas sektor — mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, hingga masyarakat luas,” imbuhnya.
Darlansyah juga mengingatkan untuk membangun sistem patroli bersama dengan masyarakat, khususnya pemerintah desa. Hal itu sejalan dengan dasar hukum yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Surat Telegram Kapolda Sumatera Selatan Nomor STR/107/IV/OPS.22/2026 tanggal 18 April 2026 tentang Karhutla 2026, yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu pihak kepolisian menanggulangi kebakaran lahan.
– Posko Karhutla Siap Beroperasi, Imbauan Hati-hati Membuang Puntung Rokok
Terkait kesiapan penanganan dini, Kapolsek menegaskan bahwa Posko Karhutla telah didirikan oleh pemerintah kecamatan dan berlokasi di Kantor Camat SP Padang, yang senantiasa aktif dan siap tanggap apabila dibutuhkan.
“Posko Karhutla kita sudah ada. Secara instansi, Polsek SP Padang terus aktif melakukan imbauan, maklumat, dan sosialisasi langsung ke masyarakat agar tidak membakar lahan, serta berhati-hati dalam membuang puntung rokok demi mencegah terjadinya Karhutla di desa,” tegas Darlansyah.
– Camat SP Padang: Karhutla Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama
Sementara itu, Sekretaris Camat SP Padang, Ika Yusa Saputra, SE, yang mewakili Camat, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai dampaknya sangat positif bagi masyarakat luas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena pada dasarnya kegiatan ini akan kembali lagi untuk kebaikan masyarakat banyak,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak kecamatan selalu aktif dalam sistem informasi pemantauan Karhutla, dengan laporan harian dari setiap desa terkait titik api maupun hotspot.
“Setiap hari pasti ada laporan dari masing-masing desa terkait titik api. Dengan adanya koordinasi yang baik antar desa dan kecamatan, tentu akan memudahkan kita dalam memantau dan mencegah Karhutla di seluruh wilayah Kecamatan SP Padang,” tambahnya.
Sekcam juga menghimbau pemerintah desa untuk terus berperan aktif dan memanfaatkan sumber daya yang ada di desa dalam upaya penanggulangan Karhutla. Selain itu, pihaknya meminta dukungan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut untuk turut menyosialisasikan dampak buruk asap kebakaran bagi kesehatan masyarakat.
“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Lakukanlah yang terbaik, gunakanlah sumber daya yang terbaik yang ada di desa. Kepada rekan-rekan di faskes, tolong bantu mensosialisasikan bahaya dampak Karhutla bagi kesehatan, dan pastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah situasi ini,” harap Ika Yusa.
– Kades Diminta Terus Sosialisasikan Pencegahan Karhutla
Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten OKI, Bambang Irawan, juga menekankan peran aktif seluruh kepala desa di Kecamatan SP Padang.
“Mari kita terus bersinergi dan memberikan yang terbaik dalam menanggulangi Karhutla ini. Mari kita manfaatkan berbagai momen kegiatan di desa untuk terus menyosialisasikan pencegahan kebakaran lahan kepada masyarakat,” tutup Bambang.
– Sesi Diskusi, Baksos, dan Doa Bersama
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang berjalan hangat dan konstruktif, di mana para peserta saling bertukar pandangan dan menyepakati langkah-langkah konkret pencegahan Karhutla di tingkat desa. Tak hanya itu, Polsek SP Padang juga menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan dari berbagai desa di wilayah kecamatan, ditutup dengan doa bersama.
Seluruh kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan. Semangat sinergi lintas sektor ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk menjaga wilayah Kecamatan SP Padang tetap aman, asri, dan terhindar dari bencana Karhutla.(Hendri)



































