OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Suasana sekolah yang bersih, nyaman, dan aman bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama bagi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan. Hal ini ditekankan secara mendalam oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kayuagung, Riana Dwi, S.Pd., M.Si., dalam paparannya, Senin (24/08/2026).
Menurut Riana, otak manusia terdiri dari berbagai bagian yang masing-masing memiliki peran penting dalam merespons segala sesuatu yang terjadi di sekitar, termasuk kenyamanan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas seseorang. Prinsip yang sama berlaku bagi anak-anak sekolah.
“Perilaku otak anak dalam merespons suasana lingkungan saat belajar sangat mempengaruhi prestasi anak itu sendiri. Jika kita perhatikan, jam belajar efektif siswa SMP setiap hari mencapai 5,5 jam, belum termasuk kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lainnya. Artinya, siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, sekolah yang baik bukan hanya yang mengutamakan proses belajar mengajar semata, tetapi juga wajib memperhatikan kesehatan dan kenyamanan lingkungannya,” ujar Riana Dwi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep sekolah sehat mencakup lima aspek utama, yaitu kesehatan fisik, psikis, sosial, dan spiritual.
Kelima aspek ini kemudian dirumuskan menjadi kriteria utama sekolah sehat, meliputi: program pendidikan dan pelayanan kesehatan, penyediaan makanan sehat, pendidikan olahraga, pendidikan kesehatan mental, serta program lingkungan sekolah yang sehat dan aman.
“Jika suatu sekolah telah melaksanakan kelima kriteria tersebut secara terintegrasi dan berkesinambungan, maka dapat dikatakan sekolah tersebut telah memenuhi standar sekolah sehat,” jelas Riana Dwi.
Ia pun memaparkan secara rinci unsur-unsur penunjang lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif, antara lain:
1. Fasilitas Lapangan
Lapangan bermain memiliki peran sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar, terutama untuk pendidikan jasmani dan pengembangan ketangkasan siswa. Selain itu, lapangan yang luas juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan upacara, apel pagi, perayaan hari besar, hingga pentas seni.
2. Lingkungan Pekarangan Sekolah
Halaman sekolah yang bersih, rindang, dan tertata dengan pepohonan yang memadai menjadi kebutuhan utama siswa. Lingkungan yang asri tidak hanya menyejukkan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka (outdoor learning) yang memperkaya pengalaman belajar siswa.
3. Tempat Pembuangan Sampah yang Memadai
Sampah merupakan tantangan yang selalu ada di lingkungan sekolah, terutama saat jam istirahat ketika banyak siswa membeli makanan kemasan. Kurangnya kesadaran siswa dalam membuang sampah sering kali disebabkan oleh minimnya tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, SMP Negeri 5 Kayuagung menyediakan tempat sampah yang cukup di setiap sudut sekolah untuk membudayakan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
4. Sanitasi dan Sistem Resapan Air
Sanitasi yang bersih dan layak adalah syarat mutlak agar lingkungan sekolah nyaman dan sehat. Selain itu, disiapkan pula sistem resapan air untuk mengalirkan air hujan agar tidak terjadi genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk dan mencemari lingkungan.
5. Bangunan dan Fasilitas Sekolah
Gedung sekolah yang kokoh, tertata, dan dilengkapi fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium dan ruang multimedia memberikan rasa aman dan semangat belajar bagi siswa. Kondisi bangunan yang baik membuat siswa merasa tenang dan betah dalam menempuh pendidikan.
Riana menegaskan bahwa prestasi belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh kegigihan belajar dan kualitas pengajaran, tetapi juga didukung oleh kondisi lingkungan sekolah yang kondusif.
“Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, membuat mereka lebih sehat dan mampu berpikir jernih. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” tegas Riana Dwi.
“Ketika siswa merasa nyaman, aman, dan bahagia di lingkungannya, maka proses belajar mengajar akan berjalan lebih efektif dan prestasi pun akan meningkat. Itulah kunci utama yang kami upayakan di SMP Negeri 5 Kayuagung,” tutup Riana Dwi. (Hendri)



































