BANYUASIN, KITOUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH bersama Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng dengan Kepala BPS Kabupaten Banyuasin Trio Wira Dharma, S.ST., MM di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Senin (7/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, terutama terkait Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan persiapan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kabupaten Banyuasin Trio Wira Dharma mengatakan, DTSEN dan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan. Lebih dari itu, data yang dihasilkan memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Audiensi juga membahas progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang telah berjalan, serta berbagai kegiatan statistik lainnya di Kabupaten Banyuasin.
Data yang akurat nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, mengalokasikan program bantuan agar lebih tepat sasaran, hingga merancang strategi penguatan ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani menegaskan bahwa validitas data sangat penting agar pemerintah daerah dapat memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara lebih terukur.
“Dengan adanya data yang akurat, pemerintah bisa merancang program yang lebih tepat sasaran, mulai dari penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kualitas layanan publik,” ujar Askolani.
Menurutnya, sinergi antara Pemkab Banyuasin dan BPS perlu terus diperkuat sehingga setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan. (Julyo)



































