Beranda Ogan Kemering Ilir Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, DPPKB OKI Gelar Pelayanan KB Gratis

Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, DPPKB OKI Gelar Pelayanan KB Gratis

68
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana Serentak yang digelar secara merata di seluruh fasilitas kesehatan di wilayah kabupaten, termasuk Kecamatan SP Padang.

Kegiatan ini berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026, dengan tujuan memperluas akses layanan serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

Khusus di Kecamatan SP Padang, pelayanan dilaksanakan secara serentak di dua unit Puskesmas, yaitu Puskesmas Awal Terusan dan Puskesmas SP Padang, dengan menyediakan berbagai jenis pelayanan kontrasepsi secara cuma-cuma bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Balai Penyuluhan KB Kecamatan SP Padang, Triana Legita Rosa, Am.Keb, yang akrab disapa Ana, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan pers pada Senin (14/09/2026).

Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momen penting untuk menyebarkan pemahaman yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan reproduksi.

“Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 ini mengusung tema Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat’. Tema ini mengingatkan kita semua bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan keluarga harus didasari pengetahuan yang benar, bukan asumsi atau kepercayaan yang belum tentu tepat,” ujar Ana.

Ia menjelaskan bahwa peringatan ini menekankan pentingnya pendampingan, penyuluhan, serta edukasi yang menyeluruh agar setiap pasangan dan masyarakat dapat memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh, kebutuhan, dan rencana kehidupan masing-masing.

“Kami ingin masyarakat tidak merasa ragu atau takut datang bertanya. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, dan tenaga kesehatan siap membantu menentukan mana yang paling tepat untuk Anda,” jelas Ana.

Lebih lanjut, Ana memaparkan tiga tujuan utama dari peringatan sekaligus pelaksanaan pelayanan KB serentak ini:

1. Meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan alat maupun metode kontrasepsi dalam menjaga kesehatan dan merencanakan keluarga;

2. Membantu pasangan usia subur maupun kaum muda untuk memahami dan membuat pilihan yang tepat terkait kesehatan seksual dan reproduksi;

3. Mendukung perencanaan kehamilan yang sehat, aman, dan terencana guna mewujudkan keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Ana juga memaparkan secara lengkap jenis-jenis metode kontrasepsi yang sudah ada selama ini antara lain:

– Metode Hormonal, meliputi Pil KB, Suntik KB, dan Implan;

– Metode Jangka Panjang, berupa IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim;

– Metode Penghalang (Barrier) yaitu Kondom;

– Metode Permanen, meliputi Sterilisasi Pria (Vasektomi) dan Sterilisasi Wanita (Tubektomi);

– Metode Alami, meliputi Metode Kalender serta Amenore Laktasi.

Sementara itu ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI, Zulpikar, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pelayanan KB serentak secara gratis ini berlaku di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten OKI, tidak terkecuali di kecamatan-kecamatan lainnya.

Ia mengajak pun seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya demi menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terhalang biaya saat ingin mendapatkan pelayanan KB. Seluruh layanan dalam rangkaian kegiatan ini diberikan secara gratis. Semakin banyak yang memahami dan memanfaatkannya, semakin baik bagi kualitas kesehatan keluarga di Kabupaten OKI,” tegas Zulpikar.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan pemahaman yang tepat kepada generasi muda mengenai kesehatan reproduksi dan kontrasepsi, agar mereka tumbuh dengan pengetahuan yang cukup dan dapat mempersiapkan masa depan keluarga secara matang.

“Pengetahuan itu adalah perlindungan. Bagi kaum muda, memahami hal ini bukan berarti mengajak untuk menikah dini, melainkan membekali diri agar saat tiba waktunya, mereka dapat membangun keluarga dengan perencanaan yang matang, sehat, dan sejahtera,” terang Zulpikar.

Kegiatan Pelayanan KB Serentak ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan peserta KB aktif di Kabupaten OKI sekaligus menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan, serta mengurangi risiko komplikasi kesehatan bagi ibu dan anak.

“Seluruh warga yang ingin berkonsultasi maupun memasang alat kontrasepsi dapat langsung mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat hingga tanggal 7 Oktober 2026” tutup Zulpikar. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini