OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — “Di dunia ini tidak ada yang baik-baik saja. Setiap orang yang Anda temui sedang memikul beban yang mungkin tidak Anda ketahui. Semua orang, tanpa terkecuali, sedang berjuang dengan ujian masing-masing.”
Demikian sepenggal pesan bermakna yang disampaikan oleh Sekretaris PWI Kabupaten OKI dan seorang jurnalis senior, Maniso, SE, dalam sebuah momen berbagi dan refleksi yang menyentuh hati, yang kini bergema luas di kalangan rekan-rekan wartawan, masyarakat, maupun para pemula yang baru melangkah di dunia jurnalistik maupun kehidupan pada umumnya.
Pesan sederhana namun sarat makna itu bukan sekadar nasihat biasa. Ia lahir dari pengalaman panjang, perjalanan waktu, serta pengamatan mendalam terhadap kehidupan dan kenyataan yang kerap tersembunyi di balik senyum, penampilan, maupun kesuksesan yang tampak di permukaan.
Maniso, SE yang telah mengarungi dunia jurnalistik selama puluhan tahun, menyampaikan bahwa sering kali kita menilai orang lain dari apa yang terlihat di luar, tampak bahagia, sukses, mapan, atau kuat berdiri tegak seolah tak pernah digoyang masalah. Padahal, di balik itu semua, setiap orang sedang berjuang dengan caranya sendiri.
“Jangan pernah berpikir bahwa hanya Andalah yang memiliki masalah. Jangan merasa sendiri saat kesedihan datang atau cobaan menghampiri. Saat Anda melihat orang lain tampak tenang dan baik-baik saja, ingatlah satu hal, mereka juga sedang berjuang, mungkin dengan hal yang berbeda, mungkin dengan beban yang sama beratnya,” ujar Maniso. Rabu (16/09/2026)
Ia menambahkan, setiap orang memiliki medan perang yang tidak selalu terlihat mata. Ada yang berjuang demi keluarga, ada yang berjuang menata masa depan, ada yang berjuang melawan keraguan diri, menjaga semangat agar tidak padam, sekadar mampu bangkit pagi demi menjalani hari. Semua itu adalah perjuangan yang mulia.
Pesan ini pun menjadi penyemangat khususnya bagi mereka yang baru memulai langkah, para pemula yang masih belajar, yang kadang merasa tertinggal, ragu pada diri sendiri, atau merasa jalannya terasa berat dan sepi.
“Kepada siapa saja yang merasa lelah, yang kadang ingin berhenti, yang berpikir mengapa hidup orang lain terasa lebih mudah, ketahuilah, Anda tidak sendirian. Tidak ada kehidupan yang berjalan lurus tanpa belokan, tidak ada langkah yang tak pernah terantuk batu. Setiap orang yang Anda kagumi pun pernah berada di tempat Anda sekarang pernah ragu, pernah lelah, pernah bertanya ‘sampai kapan ini akan berakhir?'” tuturnya.
Maniso mengingatkan bahwa keberhasilan bukan milik mereka yang tak pernah jatuh, melainkan milik mereka yang tetap memilih melangkah meski terasa berat. Bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak merasakan sakit, melainkan tetap melanjutkan perjalanan meski tahu rasanya perih.
“Jangan membandingkan proses Anda dengan orang lain. Bunga tidak mekar secara bersamaan, dan setiap orang punya waktunya sendiri. Fokuslah pada perjalanan Anda, pada apa yang bisa Anda perbaiki hari ini, pada langkah kecil yang bisa diambil, sekecil apa pun itu,” pesannya.
Lebih lanjut, wartawan senior ini mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengerti, saling menguatkan, dan tidak cepat menghakimi sesama manusia. Karena kita tidak pernah tahu apa yang sedang dihadapi orang lain di balik pintu rumahnya, di balik senyum yang ditampilkannya.
“Jadilah kebaikan bagi orang lain. Kata-kata penyemangat yang Anda ucapkan, pertolongan kecil yang Anda berikan, mungkin menjadi alasan seseorang tetap bertahan hari itu. Jadilah pengingat bahwa di tengah kerasnya dunia, masih ada kebaikan, masih ada kepedulian, dan masih ada harapan,” pesan Maniso.
Pesan sederhana itu kini telah menyebar, menyentuh banyak hati, dan menjadi pengingat berharga bagi semua yang sedang berjuang. Maka, marilah kita berjuang bersama saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Karena pada akhirnya, kita semua butuh satu sama lain, dan tidak ada yang baik-baik saja sendirian. (Hendri)



































