Beranda Headline Prabowo Kejar Kemandirian Pangan dan Energi

Prabowo Kejar Kemandirian Pangan dan Energi

16
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tengah memusatkan perhatian pada sejumlah persoalan mendasar yang dinilai menjadi fondasi kekuatan dan kemandirian Indonesia.

Mulai dari memastikan ketersediaan pangan dan energi, menekan kemiskinan, mengatasi stunting dan kelaparan anak, hingga menciptakan lapangan kerja menjadi agenda yang disebut Prabowo terus dikejar pemerintah.

Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu, Prabowo menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai kebutuhan paling mendasar yang harus diamankan.

“Yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM,” kata Prabowo.

Untuk memperkuat ketahanan energi, pemerintah juga mengembangkan sejumlah sumber energi alternatif, termasuk bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit melalui program biodiesel 50 persen atau B50. Pengembangan energi surya dalam skala besar juga menjadi bagian dari agenda tersebut.

Namun, menurut Prabowo, persoalan mendasar Indonesia tidak berhenti pada pangan dan energi. Pemerintah juga menargetkan persoalan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama kelaparan anak, stunting, kemiskinan absolut, dan kemiskinan ekstrem.

“Bagi saya yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Prabowo mengatakan agenda tersebut berjalan bersamaan dengan upaya melakukan efisiensi anggaran dan mencegah kebocoran keuangan negara.

Sumber daya yang tersedia, lanjut dia, diarahkan untuk investasi pada sektor-sektor produktif yang mampu menghasilkan devisa sekaligus membuka lapangan kerja.

Salah satu strategi yang didorong pemerintah adalah hilirisasi. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, sekaligus memperkuat basis industri nasional.

Prabowo menyebut sejumlah proyek hilirisasi telah mulai dijalankan dan diharapkan mampu memperbesar kapasitas industri serta membuka kesempatan kerja baru.

Di tingkat masyarakat, pemerintah juga mendorong pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok dari desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menekan biaya logistik.

Prabowo menjelaskan integrasi antara desa nelayan dan Koperasi Desa Merah Putih juga ditujukan untuk memberikan kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan.

“Jadi mereka tidak akan khawatir offtaker-nya ke mana. Ini perhitungannya sangat jelas, kehidupan mereka tambah baik,” ujarnya.

Sementara di sektor pendidikan, pemerintah menjalankan sejumlah intervensi, mulai dari digitalisasi pembelajaran, renovasi sekolah, hingga peningkatan kompetensi guru.

Menurut Prabowo, berbagai agenda tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fondasi Indonesia secara menyeluruh, sehingga negara memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Kita ingin semua lebih cepat, tapi insya Allah kita akan berhasil capai sasaran kita,” kata Prabowo. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini