Beranda Headline Permintaan Listrik Melonjak, Singapura Tambah Pembangkit

Permintaan Listrik Melonjak, Singapura Tambah Pembangkit

4
0

SINGAPURA, KITOUPDATE.COM — Mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik hingga 2031, Singapura menyiapkan ekspansi besar-besaran sektor energi, mulai dari pembangunan lima pembangkit listrik tenaga gas alam, perluasan jaringan transmisi, peningkatan kapasitas energi surya, hingga penguatan infrastruktur impor listrik rendah karbon.

Dikutip dari Antara, Rencana lima tahun tersebut disusun untuk menjaga keamanan pasokan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi dari industri berintensitas tinggi, termasuk manufaktur semikonduktor dan pusat data, serta meluasnya penggunaan listrik di sektor transportasi.

Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) memperkirakan lima pembangkit listrik tenaga gas alam baru akan mulai beroperasi pada periode 2026–2031. Kehadiran fasilitas tersebut diproyeksikan menambah kapasitas pembangkit sekitar 26 persen dari kapasitas saat ini yang mencapai sekitar 12 gigawatt (GW).

EMA juga tengah mengevaluasi proposal pembangunan pembangkit listrik tenaga gas tambahan yang direncanakan beroperasi pada 2032.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi energi Singapura yang saat ini masih sangat bergantung pada gas alam. Sekitar 95 persen listrik negara itu dihasilkan dari sumber energi tersebut.

Untuk menjamin kecukupan pasokan bahan bakar, Singapura berencana meningkatkan kapasitas regasifikasi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari 10 juta ton per tahun menjadi 15 juta ton per tahun. Peningkatan itu ditargetkan berlangsung setelah terminal LNG kedua di Pelabuhan Jurong mulai beroperasi pada 2030.

Di sisi jaringan, Singapura menargetkan pembangunan tujuh gardu induk transmisi baru hingga 2031. Jaringan kabel transmisi juga akan diperluas dari sekitar 7.700 kilometer menjadi 9.100 kilometer pada 2030.

Pemerintah turut mengkaji kemungkinan memperluas jaringan terowongan kabel listrik yang saat ini membentang sekitar 50 kilometer hingga lebih dari tiga kali lipat, guna mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik dalam jangka panjang.

Di tengah ekspansi pembangkit berbahan bakar gas, Singapura juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan penyimpanan energi. Kapasitas tenaga surya ditargetkan naik dari 2,3 gigawatt peak (GWp) saat ini menjadi 3 GWp pada 2030 dan 4 GWp pada 2035.

Sementara itu, kapasitas penyimpanan energi ditargetkan meningkat dari sekitar 350 megawatt-jam menjadi sedikit di atas 1 gigawatt-jam pada 2030.

Singapura juga mengkaji pembangunan interkonektor listrik kedua dengan Semenanjung Malaysia. Sambungan baru tersebut berpotensi menyediakan kapasitas hingga 2 GW pada 2030, melengkapi interkoneksi berkapasitas 1 GW yang telah tersedia.

Besarnya kebutuhan energi menjadi latar belakang utama rencana tersebut. EMA mencatat permintaan listrik puncak Singapura mencapai 8,6 GW pada Agustus 2026 dan diperkirakan meningkat menjadi 9,9–13 GW pada 2031.

Proyeksi itu menunjukkan tekanan terhadap sistem kelistrikan akan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, Singapura menyiapkan kombinasi penambahan pembangkit, penguatan jaringan, pengembangan energi surya, penyimpanan energi, dan akses impor listrik untuk menjaga keandalan pasokan di tengah pertumbuhan permintaan. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini