Beranda Ogan Kemering Ilir Anggaran Tertunda, Dinas Perikanan OKI Klarifikasi Isu Pemeliharaan Fasilitas

Anggaran Tertunda, Dinas Perikanan OKI Klarifikasi Isu Pemeliharaan Fasilitas

180
0

OKI, KITOUPDATE.COM – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ubaidillah, memberikan klarifikasi terkait polemik anggaran pemeliharaan fasilitas Dinas Perikanan yang belakangan menjadi perbincangan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp145 juta untuk rehabilitasi sejumlah fasilitas pada tahun 2024 memang tercantum dalam dokumen anggaran. Namun, realisasi anggaran tersebut terhambat oleh keterbatasan dana karena pemerintah daerah memprioritaskan penanganan defisit keuangan.

“Kami ingin meluruskan bahwa benar ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan, seperti rehabilitasi rumah jaga Pasar Benih Ikan sebesar Rp50 juta, kolam pasar sebesar Rp50 juta, dan gedung pasar sebesar Rp25 juta. Namun, realisasinya terpaksa ditunda karena fokus anggaran saat ini diarahkan untuk menutupi defisit,” jelas Ubaidillah, Kamis (16/1/2025).

Ia menegaskan, kondisi ini bukan disebabkan oleh penyalahgunaan anggaran atau kelalaian, melainkan merupakan bagian dari kebijakan prioritas pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keuangan.

“Kami menyadari bahwa kondisi fasilitas yang ada di lapangan belum ideal. Namun, ini adalah konsekuensi dari langkah pemerintah daerah yang harus memprioritaskan pengelolaan defisit. Kami memohon masyarakat dapat memahami keterbatasan ini,” tambahnya.

Ubaidillah juga menyampaikan bahwa Dinas Perikanan memiliki komitmen untuk memperbaiki kondisi fasilitas yang menjadi perhatian masyarakat. Namun, dengan keterbatasan anggaran, sejumlah rencana perbaikan terpaksa ditunda hingga situasi keuangan memungkinkan.

“Proses ini memerlukan waktu. Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan anggaran agar fasilitas ini dapat diperbaiki secara bertahap. Mohon maklum atas keterbatasan kami dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah dalam memprioritaskan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Ia juga berharap polemik ini tidak menghambat perkembangan sektor perikanan di OKI.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap fasilitas kami. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan di sektor perikanan. Semoga kondisi keuangan daerah membaik sehingga kami bisa merealisasikan niat baik ini dengan optimal,” pungkas Ubaidillah.

Dengan klarifikasi ini, ia berharap masyarakat dapat memahami situasi terkait penggunaan anggaran pemeliharaan fasilitas Dinas Perikanan OKI secara lebih objektif. Dinas Perikanan tetap berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan meskipun harus menghadapi tantangan yang tidak mudah. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini