Beranda Ogan Kemering Ilir Antoni: Pembelajaran Era Modern Harus Berpusat pada Siswa dan Terintegrasi Teknologi

Antoni: Pembelajaran Era Modern Harus Berpusat pada Siswa dan Terintegrasi Teknologi

41
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pola penyampaian materi dalam kegiatan belajar mengajar pun mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Metode pembelajaran yang hanya mengandalkan ceramah satu arah kini dinilai sudah tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik di zaman sekarang.

Menyikapi hal tersebut, salah satu tenaga pendidik di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung yang akrab disapa SMANGAUL, Antoni, M.Pd, menyampaikan pandangannya mengenai pola pengajaran yang ideal diterapkan di era modern saat ini.

Menurutnya, metode pembelajaran yang baik dan relevan saat ini adalah model yang sepenuhnya berpusat pada siswa atau dikenal dengan istilah student-centered.

“Pembelajaran yang berpusat pada siswa bukan sekadar istilah semata, melainkan sebuah keharusan agar siswa tidak hanya menjadi objek penerima informasi, melainkan subjek yang aktif membangun pemahamannya sendiri,” ujar Antoni. Kamis (30/07/2026).

Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran modern seperti Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning), Kelas Terbalik (Flipped Classroom), hingga Pembelajaran Campuran (Blended Learning) menjadi pilihan yang tepat karena mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas serta keberanian siswa untuk aktif menyampaikan gagasan.

Lebih lanjut, pendidik yang berpengalaman ini menjabarkan tiga karakteristik utama yang harus ada dalam setiap proses pembelajaran modern, yaitu:

– Pertama, Berpusat pada Siswa.

Dalam pola ini, siswa didorong untuk aktif mencari tahu, menganalisis, dan menyimpulkan materi pelajaran, bukan sekadar duduk diam mendengarkan penjelasan guru.

Peran guru berubah menjadi fasilitator yang membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi.

– Kedua, Integrasi Teknologi.

Penggunaan perangkat digital dan media pembelajaran daring menjadi bagian tak terpisahkan untuk memperkaya wawasan dan bahan ajar, sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih menarik, visual, dan mudah dipahami.

– Ketiga, Sifat Kolaboratif.

Pembelajaran juga dirancang untuk mengajak siswa bekerja sama, berdiskusi, dan saling melengkapi dalam memecahkan masalah nyata yang terjadi di lingkungan sekitar maupun dunia luas.

Antoni, M.Pd juga menjelaskan secara rinci beberapa metode yang paling sering disarankan dan terbukti efektif diterapkan di sekolah-sekolah saat ini:

– Project-Based Learning (PjBL)

Metode di mana siswa memahami suatu materi pelajaran secara mendalam melalui pembuatan karya nyata atau pelaksanaan proyek tertentu. Hal ini melatih kemampuan riset, pemecahan masalah, dan keterampilan praktis.

– Flipped Classroom

Sistem pembelajaran terbalik, di mana siswa mempelajari teori atau materi dasar terlebih dahulu di rumah melalui video pembelajaran atau modul digital, sedangkan waktu di kelas digunakan sepenuhnya untuk diskusi, tanya jawab, pendalaman materi, serta praktik langsung bersama guru.

– Blended Learning

Metode yang menggabungkan pembelajaran tatap muka secara langsung di kelas dengan sesi belajar mandiri secara daring secara seimbang dan terarah.

“Diharapkan dengan penerapan metode-metode tersebut secara konsisten, proses pendidikan di SMANGAUL khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman” harap Antoni. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini