JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah berencana memperbesar porsi distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD hingga di atas 50 persen. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan distribusi sekaligus menjaga harga minyak goreng rakyat tersebut tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan saat ini distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan minimal mencapai 35 persen. Pemerintah tengah mengkaji peningkatan porsi tersebut agar penyaluran minyak goreng bersubsidi dapat lebih terkendali hingga ke tingkat pengecer.
“Yang akan kita lakukan adalah menaikkan porsi distribusi untuk BUMN Pangan. Sekarang minimal 35 persen, sedang kita kaji untuk dinaikkan. Sudah kita hitung, bisa saja di atas 50 persen,” ujar Budi di Jakarta, Senin.
Menurut Budi, keterlibatan lebih besar Bulog dan ID FOOD akan mempermudah pemerintah mengawasi rantai distribusi Minyakita. Kedua BUMN tersebut memiliki mekanisme penunjukan distributor dan pengecer resmi, sehingga penjualan dapat dipantau agar tetap sesuai aturan.
Melalui skema tersebut, pengecer yang ditunjuk wajib menjual Minyakita sesuai HET. Jika ditemukan menjual di atas harga yang ditetapkan pemerintah, mereka berisiko dicoret dari daftar mitra dan tidak lagi memperoleh pasokan dari Bulog maupun ID FOOD.
“Kalau mereka menjual lebih, nanti akan di-blacklist dan tidak menjadi pengecer lagi atau tidak menjadi mitra Bulog maupun ID FOOD,” tegasnya.
Budi menilai sistem distribusi melalui BUMN Pangan lebih efektif dibandingkan jalur distribusi biasa karena pengawasan dapat dilakukan lebih ketat. Selain itu, pengecer tetap memperoleh keuntungan meski menjual Minyakita sesuai HET karena pasokan diperoleh melalui mekanisme yang telah diatur pemerintah.
Sementara itu, terkait wacana kenaikan HET Minyakita, Budi memastikan pemerintah belum akan mengambil langkah tersebut. Pemerintah memilih mencari solusi lain yang dinilai lebih efektif untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Kita coba cari solusi yang lain dulu, yang lebih bagus. Salah satunya dengan menambah kuota untuk disimpan oleh pemerintah,” kata Budi.
Dengan penguatan peran Bulog dan ID FOOD dalam distribusi, pemerintah berharap pasokan Minyakita semakin terjamin dan harga di tingkat konsumen tetap stabil sesuai ketentuan yang berlaku.



































