OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan sejak usia dini, tak hanya itu saat ini budaya pilah sampah juga harus dikenalkan kepada mereka. Sebab gerakan minim sampah sudah terlihat masif di masyarakat, sehingga pilah sampah menjadi gerakan lanjutan agar volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa terkurangi dengan pengolahan sampah.
Melihat pentingnya gerakan ini, Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas pendidikan mendorong satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk memulai melakukan pilah dan donasi sampah.
Hal tersebut pula yang di imbau oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) OKI, Muhammad Refly, S.Sos,.MM melalui Kabid Paud dan Dikmas, Desi Puspitasari, SE,.MM, yang menekankan Pentingnya Pemilahan Sampah Sejak Dini dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurutnya edukasi pemilahan sampah sejak usia dini dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak yang peduli lingkungan.
“Anak-anak usia dini khususnya yang ada di satuan PAUD perlu diperkenalkan sejak awal pada jenis-jenis sampah dan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, agar tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama” ujar Desi. Jumat (03/04/2026).
Kabid PAUD pun melanjutkan, Edukasi lingkungan bagi anak PAUD tidak hanya bertujuan mengenalkan konsep kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab sejak dini.
“Dengan metode yang menyenangkan dan praktik langsung, dengan orientasi lingkungan belajar yang ada disetiap satuan pendidikan masing-masing, kita harapkan anak-anak mampu memahami perbedaan sampah organik dan anorganik serta dampak sampah terhadap lingkungan sekitar” harap Desi.
Imbauan ini menurutnya bertujuan mengenalkan fungsi pemerintahan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
“Anak-anak PAUD haruslah diperkenalkan secara langsung oleh Tenaga Pendidik (Tendik) dengan lingkungan kerja pemerintahan sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan usia mereka, sehingga proses belajar terasa lebih nyata dan menyenangkan dan ini juga sebuah upaya bagi pemerintah untuk menjadikan PAUD bagian yang tak terpisahkan dari birokrasi dunia pendidikan yang ada di Indonesia” jelas Desi.
Melalui Imbauan ini juga, Desi berharap agar anak-anak PAUD dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membangun kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab sejak usia dini.
“Peran satuan pendidikan khususnya Tendik sangatlah krusial dan penting dalam membangun kebiasaan yang baik khususnya bagi anak-anak usia dini dalam mencintai lingkungan dan tentu saja itu semua adalah tanggung jawab kita bersama sebagai pendidik” tegas Desi.
Selain itu, Imbauan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperluas wawasan anak mengenai peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Anak usia dini adalah periode emas untuk belajar dan mengingat dalam segala hal, disinilah peran pemerintah melalui Dinas Pendidikan diperlukan untuk membangun wawasan anak-anak sejak usia dini untuk menanamkan ilmu yang positif melalui bangku sekolah sebagai bekal dalam langkah besar mereka dikemudian hari” pungkas Desi. (Hendri)



































