Beranda Ogan Kemering Ilir DKP OKI Perkenalkan Sejarah Hari Kunjung Perpustakaan

DKP OKI Perkenalkan Sejarah Hari Kunjung Perpustakaan

54
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dan budaya membaca.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI, Mauliddini, S.KM., M.Si, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat peran perpustakaan di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut perpustakaan untuk terus bertransformasi. Perpustakaan perlu hadir sebagai ruang belajar kontekstual, tempat bertemunya gagasan, sekaligus ruang untuk berkreasi dan mengenali kembali jati diri bangsa,” ungkap Mauliddini. Selasa (15/09/2026).

Mauliddini juga memperkenalkan sejarah singkat diperingatinya Hari Kunjung Perpustakaan, yang pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 2017, diperingati setiap tanggal 17 September.

Penetapan ini bertujuan untuk mendorong semangat masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar sepanjang hayat, serta meningkatkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat.

Mauliddini menambahkan, di era digital saat ini, tantangan terbesar adalah bagaimana menjadikan generasi muda tetap mencintai literasi dan tidak terputus dari akar sejarah serta budaya bangsa.

Pengenalan naskah-naskah kuno, karya sastra, dan dokumen sejarah melalui media yang lebih dekat dengan generasi muda dinilai dapat menjadi jembatan antargenerasi yang kuat.

“Pengenalan naskah melalui media yang lebih dekat dengan generasi muda dapat menjadi jembatan antargenerasi karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan budaya bangsa,” jelas Mauliddini.

Lebih lanjut, Mauliddini juga mengingatkan bahwa merawat sejarah dan pengetahuan sama artinya dengan merawat identitas bangsa.

“Merawat ingatan itu adalah merawat identitas, menggugah kesadaran sebagai bagian dari menyiapkan masa depan,” tegas Mauliddini.

DKP Kabupaten OKI berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, untuk menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku atau membaca, melainkan ruang yang hidup, tempat belajar, berdiskusi, berkreasi, bertukar gagasan, serta mengenali kekayaan pengetahuan dan budaya bangsa.

Berbagai program layanan perpustakaan dan kearsipan terus ditingkatkan, termasuk layanan perpustakaan keliling, literasi digital, serta pelestarian dokumen sejarah daerah, guna memastikan akses informasi dan pengetahuan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten OKI, tanpa terkecuali.

“Diharapkan, melalui peringatan Hari Kunjung Perpustakaan ini, kesadaran masyarakat untuk datang, membaca, dan memanfaatkan perpustakaan semakin meningkat, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, berwawasan luas, dan mencintai budaya bangsa” tutup Mauliddini. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini