Beranda Palembang Herman Deru Bidik Sumsel Jadi Penyuplai Pangan Utama Jakarta

Herman Deru Bidik Sumsel Jadi Penyuplai Pangan Utama Jakarta

9
0

PALEMBANG, KITOUPDATE.COM — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru membuka peluang kerja sama pangan yang lebih luas dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (7/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menegaskan posisi strategis Sumsel sebagai daerah penyuplai pangan untuk ibu kota. Ia menilai hubungan antara Sumsel dan Jakarta perlu diperkuat melalui pola kerja sama yang terukur, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

“Sumsel ini penyuplai, sementara Jakarta adalah pasar besar dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Kami ingin belajar bagaimana BUMD di Jakarta bisa bertahan dan berkembang,” ujar Herman Deru.

Menurut HD, Sumsel memiliki potensi besar di sektor pangan, mulai dari produksi beras hingga ikan budidaya air tawar yang selama ini turut memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. Kemudahan akses transportasi antara Palembang dan Jakarta juga dinilai menjadi keuntungan penting dalam memperkuat rantai distribusi pangan.

Ia menyambut positif peluang kerja sama yang ditawarkan Food Station untuk menjadikan Sumsel sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan pangan warga Jakarta.

“Kami berharap hubungan supply and demand ini bisa dibangun lebih kuat dan berkesinambungan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperdalam potensi kerja sama antar-BUMD sekaligus mempelajari keberhasilan Sumsel dalam mendukung program swasembada pangan.

Nova mengungkapkan kebutuhan beras di Jakarta mencapai sekitar 2.500 ton per hari. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan berbagai program pangan, mulai dari pangan bersubsidi, penyediaan minyak goreng, hingga skema contract farming melalui Food Station.

“Kami berharap Food Station bisa semakin berkembang dan memperluas kerja sama dengan Pemprov Sumsel, baik di sektor pangan maupun sektor pendukung lainnya,” ujar Nova. (Eko Saputra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini