Beranda Hukum & Kriminal Hujan Guyur 17 Kecamatan di OKI, Hotspot Karhutla Anjlok

Hujan Guyur 17 Kecamatan di OKI, Hotspot Karhutla Anjlok

2
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Penantian panjang masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akan turunnya hujan akhirnya terjawab. Hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah OKI sejak Minggu malam hingga Senin (26/10/2026) pagi, membawa harapan baru di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Guyuran hujan di 17 kecamatan tersebut turut diikuti penurunan drastis jumlah titik panas (hotspot) di wilayah OKI. Dari sebelumnya mencapai sekitar 700 titik, jumlahnya kini tersisa 63 titik berdasarkan pemantauan pada Senin pagi.

Kapolres OKI AKBP Agung Aditya Prananta mengatakan, penurunan tersebut diketahui berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev) yang digelar pada pukul 20.00 WIB dan dilaporkan kepada Kapolda.

“ Hari kemarin titik hotspot masih mencapai 700. Alhamdulillah, pagi hari ini tinggal 63,” ujar AKBP Agung saat dikonfirmasi di Mapolres OKI.

Menurutnya, penurunan jumlah titik panas tersebut sejalan dengan perubahan kondisi cuaca, termasuk arah angin yang terpantau melalui aplikasi Sipongi dan Windy.

Jika sebelumnya angin bertiup dari wilayah OKI di bagian tenggara menuju Palembang, kini arah angin berbalik dari Palembang menuju OKI.

“Bersamaan dengan upaya ekstra pemerintah di lapangan dan perubahan arah angin tersebut, hujan akhirnya turun mengguyur Kabupaten OKI,” ungkapnya.

Meski demikian, hujan belum merata di seluruh wilayah. Kapolres menyebut Kecamatan Cengal menjadi satu-satunya kecamatan yang belum terdampak hujan berdasarkan pemantauan tersebut.

“Seluruhnya di wilayah Kabupaten OKI yang belum berdampak hujan hanya di Kecamatan Cengal,” jelasnya.

Ia menduga sebagian besar dari 63 titik panas yang masih terpantau pada Senin pagi berada di wilayah yang belum diguyur hujan, termasuk di Desa Ulak Kedondong.

“Di Desa Ulak Kedondong itu masih ada beberapa hotspot. Pagi hari ini tinggal 63 karena satu kecamatan belum hujan,” tambahnya.

Turunnya hujan pun disambut penuh rasa syukur oleh berbagai pihak. Setelah berbulan-bulan menghadapi kondisi kering dan ancaman karhutla yang memicu kabut asap, masyarakat kini berharap aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.

Saat memimpin apel pagi, Kapolres OKI turut mengingatkan jajarannya untuk mensyukuri turunnya hujan yang telah lama dinantikan.

“Inilah yang kita tunggu-tunggu berbulan-bulan yang lalu. Kita perlu adanya hujan, sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini