Beranda Headline Jebakan Polisi Berhasil, Pengedar Sabu Tertangkap Tangan

Jebakan Polisi Berhasil, Pengedar Sabu Tertangkap Tangan

14
0

PALEMBANG, KITOUPDATE.COM — Upaya penyamaran polisi kembali membuahkan hasil. Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Palembang menangkap seorang pengedar sabu saat transaksi berlangsung dalam operasi undercover buy di Jalan Harapan, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Jumat (28/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Tersangka berinisial AN (30), buruh harian lepas, tak berkutik setelah menyerahkan langsung empat paket sabu kepada anggota yang menyamar sebagai pembeli. Penangkapan dilakukan seketika oleh tim yang telah bersiaga di lokasi.

Pengungkapan ini berawal dari laporan warga yang resah atas maraknya transaksi narkotika di kawasan tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan dan memastikan target, petugas menyusun skenario undercover buy untuk menjebak pelaku.

Saat transaksi terjadi, AN tanpa curiga menyerahkan sabu menggunakan tangan kanannya. Momen itu langsung dimanfaatkan petugas untuk melakukan penindakan di tempat.

Dari tangan tersangka, polisi menyita empat paket sabu seberat bruto 2,05 gram, satu sekop dari pipet plastik, dompet biru bermotif bunga, serta uang tunai Rp150.000 yang diduga hasil transaksi. Hasil tes urine juga menunjukkan tersangka positif menggunakan narkotika.

Atas perbuatannya, AN dijerat Pasal 114 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Palembang, Faisal P. Manalu, menegaskan metode undercover buy akan terus dioptimalkan karena efektif mengungkap kasus secara tertangkap tangan.

“Penangkapan saat transaksi memberikan kekuatan pembuktian yang kuat. Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegasnya.

Senada, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan pihaknya akan terus mengadaptasi strategi penindakan guna menutup ruang gerak jaringan narkotika.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar. (Eko Saputra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini