Beranda Ogan Kemering Ilir Kepala Puskesmas SP Padang Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Viral Load HIV

Kepala Puskesmas SP Padang Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Viral Load HIV

75
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Kepala Puskesmas SP Padang, Dadang Hanura, S.Kep, menegaskan kembali pentingnya pemeriksaan Viral Load (VL) bagi Orang dengan HIV (ODHIV) dan penderita AIDS sebagai salah satu indikator utama keberhasilan pengobatan. Menurutnya, pemeriksaan ini menjadi langkah strategis dalam memantau kondisi kesehatan pasien sekaligus mencegah risiko penularan ke orang lain.

“Pemeriksaan Viral Load adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui jumlah virus HIV yang ada di dalam darah seseorang. Hasilnya akan menjadi panduan bagi tenaga kesehatan untuk menilai apakah pengobatan yang dijalani sudah berjalan dengan baik atau perlu penyesuaian,” ujar Dadang dalam keterangannya di Puskesmas SP Padang, Kamis (18/06/2026).

Dadang melanjutkan bahwa secara sederhana, pemeriksaan Viral Load adalah mengukur banyaknya salinan virus HIV dalam setiap mililiter darah pasien.

“Semakin rendah jumlah virusnya, semakin baik kondisi kekebalan tubuh dan semakin efektif pengobatan yang diberikan. Pemeriksaan ini juga disediakan secara gratis sebagai bagian dari program layanan kesehatan pemerintah untuk pasien” jelas Dadang.

Bagi ODHIV yang ingin melakukan pemeriksaan, Kepala Puskesmas SP Padang pun memberi langkah-langkah yang dapat diikuti:

1. Datang ke fasilitas layanan kesehatan tempat pengambilan obat ARV

– Pasien cukup mendatangi puskesmas atau rumah sakit tempat ia rutin mengambil obat Antiretroviral (ARV).

2. Mendapatkan formulir permintaan

– Dokter atau petugas kesehatan akan memberikan formulir resmi untuk pemeriksaan Viral Load.

3. Pengambilan sampel darah

– Pasien akan diarahkan ke ruang laboratorium untuk proses pengambilan sampel darah.

4. Pulang menunggu hasil

– Setelah pengambilan darah selesai, pasien dapat langsung pulang tanpa perlu menunggu di tempat.

5. Penyampaian hasil

– Hasil pemeriksaan akan disampaikan pada kunjungan rutin berikutnya. Jika ada hal mendesak, dokter akan menghubungi lebih awal.

Dadang pun melanjutkan, jika pasien ingin melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan lain selain tempat biasa mengambil obat ARV, hal ini tetap dapat dilakukan dengan prosedur:

– Menghubungi layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) atau tempat pengambilan obat ARV untuk meminta surat rujukan laboratorium.

– Membawa surat rujukan tersebut ke fasilitas kesehatan yang dituju agar pemeriksaan dapat dilakukan dan tetap tercatat dalam rekam medis.

Dadang kembali menjelaskan jadwal pemeriksaan mengikuti pedoman kesehatan nasional, yaitu:

– Bulan ke-6 dan ke-12 setelah mulai mengonsumsi obat ARV.

– Selanjutnya dilakukan secara rutin satu kali setiap tahun.

– Dapat dilakukan lebih cepat jika dokter mencurigai adanya kegagalan terapi.

– Wajib dilakukan bagi ibu hamil yang terdeteksi HIV positif untuk menentukan cara persalinan yang aman bagi ibu dan bayi.

Hasil pemeriksaan dibagi menjadi dua kategori utama:

1. Viral Load Tidak Terdeteksi

– Jika hasilnya ≤ 50 kopi virus per mililiter darah. Ini berarti pengobatan ARV berjalan efektif, sistem kekebalan tubuh terjaga, dan risiko penularan HIV ke orang lain sangat rendah.

2. Viral Load Terdeteksi

– Jika hasilnya lebih dari 50 kopi virus per mililiter darah. Ini menandakan perlu evaluasi lebih lanjut oleh dokter terkait kepatuhan minum obat atau kemungkinan penyesuaian jenis obat.

“Meskipun hasilnya menunjukkan ‘tidak terdeteksi’, ODHIV tetap harus minum obat ARV secara rutin dan teratur. Jangan berhenti atau mengurangi dosis tanpa saran dokter, karena hal ini bisa membuat virus kembali berkembang biak dan menurunkan efektivitas pengobatan yang sudah dicapai,” tegas Dadang.

Puskesmas SP Padang juga menyatakan akan terus memberikan pendampingan, informasi, serta bantuan akses layanan agar seluruh ODHIV di wilayahnya dapat memanfaatkan pemeriksaan ini secara maksimal tanpa hambatan biaya maupun prosedur.

“Dengan disiplin menjalani pengobatan dan rutin memeriksa Viral Load, kualitas hidup ODHIV dapat terjaga dan mereka tetap dapat beraktivitas secara normal serta melindungi orang-orang di sekitarnya” pungkas Dadang. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini