Beranda Headline Kesepakatan Bersejarah AS-Iran Siap Diteken

Kesepakatan Bersejarah AS-Iran Siap Diteken

77
0

WASHINGTON, KITOUPDATE.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu (14/6).

Melalui platform Truth Social, Sabtu (13/6), Trump menyebut proses perundingan telah mencapai tahap akhir dan penandatanganan kesepakatan akan segera dilakukan.

“Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok,” tulis Trump.

Trump juga menyatakan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz akan dilakukan setelah kesepakatan resmi diteken.

Menurut Trump, Iran telah menunjukkan komitmen untuk meninggalkan ambisi kepemilikan senjata nuklir.

“Faktanya, mereka tidak lagi menginginkan senjata nuklir dan tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara lainnya,” ujar Trump.

Ia menilai hubungan Washington dan Teheran kini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan periode pemerintahan AS sebelumnya.

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memastikan pengawasan terhadap material nuklir Iran dilakukan pada waktu yang dianggap tepat setelah situasi benar-benar kondusif.

Selain itu, Trump membantah adanya transfer dana dari AS kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

“Tidak akan ada uang yang berpindah tangan, berbeda dengan ratusan miliar dolar yang diberikan pada masa pemerintahan Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk tunai,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Pakistan turut mengonfirmasi bahwa upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu melalui mekanisme elektronik.

Dalam pernyataannya di platform X, kementerian tersebut menyebut Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi menyambut baik kemajuan perundingan AS-Iran yang kini telah memasuki tahap akhir.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini untuk mencapai nota kesepahaman sejak perundingan dimulai.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengungkapkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati oleh para pihak.

Meski demikian, Araghchi menegaskan Iran tetap bersikukuh bahwa pengelolaan persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi harus dilakukan di wilayah Iran dan tidak boleh dipindahkan ke negara lain. (Net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini