JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Duka kembali menyelimuti misi perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan. Dua prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas pengawalan dalam operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menambah daftar panjang pengorbanan anak bangsa di medan konflik jauh dari tanah air.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, menyebut insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi.
Di balik keterbatasan informasi, satu hal yang pasti, para prajurit tersebut gugur saat menjalankan amanah negara dalam menjaga perdamaian dunia.
Sebelumnya, TNI juga kehilangan Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat serangan artileri di wilayah Adshit al-Qusyar. Jenazahnya kini tengah dipersiapkan untuk dipulangkan ke Indonesia, menunggu kepulangan terakhir ke pangkuan keluarga.
Tak hanya korban jiwa, beberapa prajurit lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka. Mereka adalah saksi hidup dari kerasnya medan tugas yang jauh dari kata “aman”.
Total tiga prajurit TNI gugur dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa misi perdamaian bukan tanpa risiko. Di balik seragam dan baret biru, ada keluarga yang menanti, ada harapan yang dititipkan, dan ada pengorbanan yang tak selalu terlihat.
Pemerintah memastikan terus berkoordinasi dengan UNIFIL guna menjamin keselamatan personel yang masih bertugas serta memberikan penanganan terbaik bagi para korban. (Ant/net/**)
































