BANYUASIN, KITOUPDATE.COM – Ribuan warga memadati kediaman pribadi Bupati Banyuasin, Askolani, di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Senin (23/3/2026). Open house yang digelar dalam momentum Lebaran ini berubah menjadi lautan manusia, mencerminkan tingginya antusiasme sekaligus kedekatan simbolik antara kepala daerah dan masyarakat.
Sejak pagi, arus warga dari berbagai wilayah di Banyuasin terus berdatangan. Tenda yang dipasang di halaman rumah bupati tak mampu sepenuhnya menampung lonjakan tamu. Warga diarahkan untuk menikmati hidangan yang disediakan, menciptakan suasana terbuka yang cair dan tanpa sekat.
Namun, di balik nuansa kekeluargaan, kegiatan ini juga menyiratkan dimensi lain: ruang interaksi langsung antara kekuasaan dan publik. Tak sedikit warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara informal—sesuatu yang kerap sulit dilakukan dalam forum resmi birokrasi.
Senyum, salam, dan jabat tangan berlangsung tanpa henti. Swafoto bersama bupati menjadi pemandangan umum, mempertegas bagaimana kedekatan personal masih menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan publik di tingkat lokal.
Askolani tampak didampingi putranya, M. Syarif Hidayatullah, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Sumatera Selatan. Kehadiran keduanya dalam satu panggung sosial ini tak hanya memperlihatkan kehangatan keluarga, tetapi juga mengundang tafsir tentang kesinambungan pengaruh politik di ruang publik.
Di satu sisi, open house menjadi tradisi positif yang mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyat. Namun di sisi lain, besarnya mobilisasi massa dalam kegiatan seperti ini juga menegaskan bahwa kedekatan emosional masih menjadi instrumen kuat dalam membangun legitimasi kekuasaan. (Julyo)



































