Beranda Headline PALI Bangun Sekolah Rakyat, Bidik Warga Kurang Mampu

PALI Bangun Sekolah Rakyat, Bidik Warga Kurang Mampu

24
0

PALI, KITOUPDATE.COM — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai merealisasikan program Sekolah Rakyat dengan membuka tahap awal pembangunan di Desa Tambak, Kecamatan Penukal Utara, Kamis (26/3/2026). Proyek ini digadang sebagai solusi perluasan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Aktivitas awal berupa pembersihan dan perataan lahan telah dimulai dengan melibatkan alat berat. Namun, di tengah optimisme tersebut, publik masih menunggu kejelasan lebih rinci terkait desain program, kapasitas sekolah, hingga skema keberlanjutan pendanaannya.

Kepala Dinas Sosial PALI, Edy Irwan, bersama jajaran dan Staf Khusus Percepatan Pembangunan Daerah, Aswawi, turun langsung meninjau lokasi. Pemerintah menegaskan proyek ini sebagai bagian dari program prioritas daerah di sektor pendidikan.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Harapannya pembangunan berjalan lancar dan segera memberi manfaat,” ujar Edy.

Meski demikian, efektivitas Sekolah Rakyat sebagai solusi jangka panjang masih menjadi tantangan. Selain pembangunan fisik, kesiapan tenaga pengajar, kurikulum, serta integrasi dengan sistem pendidikan formal menjadi faktor krusial yang akan menentukan keberhasilan program ini.

Aswawi menyebut Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau kelompok rentan yang selama ini terkendala biaya. Ia menekankan bahwa program ini bertujuan menekan angka putus sekolah di PALI.

“Jangan sampai ada lagi anak yang tidak sekolah hanya karena faktor ekonomi. Ini soal kehadiran negara,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Tambak, Baria, menyambut positif pembangunan tersebut dan berharap tidak berhenti sebatas proyek fisik semata, tetapi benar-benar berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten PALI menargetkan operasional awal dimulai pada 2026. Namun, pengawasan publik terhadap realisasi program ini menjadi penting, agar Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi proyek simbolik, melainkan benar-benar mampu menjawab persoalan mendasar akses pendidikan di daerah. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini