Beranda PALI PALI Mulai Bangun Sekolah Rakyat, Sasar Warga Kurang Mampu

PALI Mulai Bangun Sekolah Rakyat, Sasar Warga Kurang Mampu

101
0

PALI, KITOUPDATE.COM — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tambak, Kecamatan Penukal Utara, sebagai upaya konkret memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Tahap awal proyek ditandai dengan pembersihan dan perataan lahan pada Kamis (26/3/2026). Sejumlah alat berat dikerahkan di lokasi, menandai dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan yang digadang-gadang menjadi solusi atas keterbatasan akses sekolah di wilayah tersebut.

Progres awal ini dipantau langsung oleh Kepala Dinas Sosial PALI, Edy Irwan, bersama jajaran dan Staf Khusus Percepatan Pembangunan Daerah, Aswawi, guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Edy Irwan menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga beririsan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat yang selama ini terkendala,” ujarnya.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan inklusif yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan tujuan menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan.

Namun demikian, tantangan implementasi masih membayangi. Selain kesiapan infrastruktur, keberlanjutan program—termasuk kualitas tenaga pengajar dan sistem pembelajaran—menjadi faktor krusial yang akan menentukan efektivitas Sekolah Rakyat ke depan.

Aswawi menekankan, konsep Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan tidak ada lagi anak di PALI yang kehilangan akses pendidikan hanya karena faktor ekonomi.

“Ini bentuk kehadiran negara di sektor pendidikan. Targetnya jelas, tidak ada lagi anak putus sekolah,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Tambak, Baria, yang menilai pembangunan ini sebagai momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di desanya.

Pemerintah Kabupaten PALI menargetkan proyek ini mulai beroperasi pada 2026. Jika berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata sekaligus model pengembangan pendidikan berbasis inklusivitas di tingkat daerah. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini