Beranda Hukum & Kriminal Penjaga Perlintasan di Prabumulih Tewas Terserempet Babaranjang

Penjaga Perlintasan di Prabumulih Tewas Terserempet Babaranjang

51
0

PRABUMULIH, KITOUPDATE.COM – Nasib tragis dialami Tapmidi bin Hasan, 40 tahun. Petugas Linmas sekaligus pengamanan swakarsa di Desa Muara Sungai, Kota Prabumulih, itu tewas setelah terserempet Kereta Api Babaranjang saat bertugas di perlintasan rel wilayah Kecamatan Cambai, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Peristiwa maut tersebut terjadi di jalur perlintasan antara Cambai dan Muara Sungai. Saat kejadian, korban tengah melakukan pengaturan di perlintasan dan menghentikan warga yang hendak melintas.

Pada saat bersamaan, Kereta Api Babaranjang dengan rute Prabumulih menuju Palembang melintas. Ketika kereta mendekati lokasi, korban diduga berada terlalu dekat dengan jalur perjalanan kereta hingga akhirnya terserempet badan kereta.

Akibat benturan keras tersebut, korban terpental sekitar 25 meter. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto mengatakan, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian. Polisi kemudian mengamankan tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Polres Prabumulih langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh,” ujar Gunarto.

Ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya Tapmidi yang disebut gugur ketika menjalankan tugas menjaga keselamatan masyarakat di perlintasan kereta api.

Menurut Gunarto, penyelidikan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh fakta serta rangkaian kejadian diketahui secara jelas.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kita bersama, khususnya dalam meningkatkan kewaspadaan dan aspek keselamatan di kawasan perlintasan kereta api. Keselamatan harus menjadi prioritas, baik bagi petugas maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia memastikan penanganan insiden tersebut dilakukan jajaran Polres Prabumulih secara profesional.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Tapmidi. Beliau meninggal dunia saat menjalankan tugas membantu menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di perlintasan,” ujar Nandang.

Polda Sumsel juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar jalur kereta api dan tidak mengambil risiko saat melintas atau beraktivitas di kawasan rel.

“Keselamatan harus menjadi perhatian bersama karena kereta api memiliki karakteristik perjalanan yang tidak dapat berhenti secara tiba-tiba,” tambahnya.

Setelah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Kota Prabumulih, jenazah Tapmidi diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Muara Sungai untuk selanjutnya dimakamkan.

Insiden tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan di perlintasan sebidang. Kepolisian mengajak masyarakat dan seluruh petugas yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengutamakan keselamatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini