Beranda Headline Perang Makin Panas, AS Kirim Kapal Perang dan Ribuan Marinir

Perang Makin Panas, AS Kirim Kapal Perang dan Ribuan Marinir

56
0

KITOUPDATE.COM – Ketegangan perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran terus meningkat. Militer Amerika Serikat mulai memindahkan sedikitnya satu kapal serbu amfibi bersama lebih dari 2.000 personel Marinir dari Jepang menuju Timur Tengah.

Media AS melaporkan, pengerahan ini menjadi sinyal eskalasi militer Washington di tengah konflik yang kini memasuki pekan ketiga.

Menurut laporan Fox News, kapal serbu amfibi USS Tripoli yang bermarkas di Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang, diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah dalam satu hingga dua pekan. Kapal tersebut merupakan bagian dari Kelompok Siap Amfibi Marinir bersama dua kapal perang lainnya.

Bersamaan dengan itu, militer AS juga mengirim Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa ke kawasan konflik.

Langkah ini dinilai strategis namun berisiko, karena secara bersamaan mengurangi kekuatan militer AS di kawasan Indo-Pasifik, wilayah yang selama ini menjadi fokus utama menghadapi China dan Korea Utara.

Situasi semakin kompleks ketika Iran dilaporkan meningkatkan aktivitas militernya di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.

Sejumlah media, termasuk Washington Post dan media Korea Selatan, juga mengungkap bahwa militer AS berencana memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal dari Korea Selatan—yang sebelumnya difokuskan untuk menghadapi Korea Utara—ke Timur Tengah.

Keputusan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Washington di Asia karena dianggap dapat melemahkan sistem pertahanan regional.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan pengerahan pasukan akan berlangsung selama diperlukan.

“(Pengerahan) ini akan berlangsung selama diperlukan,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai kemungkinan lamanya perang dengan Iran.

Trump juga mengklaim pasukan AS telah “menghancurkan seluruh target militer” di Pulau Kharg, fasilitas vital yang menangani sebagian besar ekspor minyak Iran.

Meski demikian, ia mengaku sengaja tidak menghancurkan infrastruktur minyak utama di pulau tersebut.

“Saya memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di sana. Namun jika Iran atau pihak mana pun mengganggu jalur pelayaran bebas di Selat Hormuz, saya akan mempertimbangkan kembali keputusan itu,” tulis Trump di media sosial.

Di tengah lonjakan harga minyak global, pemerintahan Trump juga mengusulkan langkah baru dengan mengerahkan kapal Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz guna mencegah potensi serangan.

Trump mengatakan rencana pengawalan tersebut kemungkinan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Jika langkah itu benar-benar dilakukan, konflik di Teluk Persia berpotensi memasuki fase baru yang lebih berisiko, karena keterlibatan militer AS secara langsung dalam pengamanan jalur energi dunia. (Ant/net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini