Beranda Ogan Kemering Ilir Puskesmas SP Padang Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit DBD

Puskesmas SP Padang Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit DBD

62
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Memasuki pergantian musim dan periode cuaca yang tidak menentu, Kepala Puskesmas Sirah Pulau Padang (SP Padang), Dadang Hanura, S.Kep mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat di wilayah kerjanya untuk senantiasa waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta berbagai gangguan kesehatan lainnya yang kerap muncul pada peralihan musim.

Dalam keterangannya, Dadang Hanura menyampaikan bahwa meskipun saat ini memasuki bulan kemarau, kasus DBD masih berpotensi terjadi di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan genangan air yang tertutup debu, tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat, hingga sampah yang menumpuk tetap bisa menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti selaku penular utama penyakit ini.

“Kita tidak boleh lengah. Cuaca yang berubah-ubah dan kelembapan yang masih cukup tinggi membuat nyamuk penular DBD tetap bisa bertahan hidup dan berkembang biak di lingkungan sekitar kita,” ujar Dadang. Kamis (30/07/2026).

Secara mendetail, Dadang Hanura juga menjelaskan penyebab, ciri-ciri hingga langkah pencegahan DBD yang perlu diketahui masyarakat. Penyakit DBD sendiri disebabkan oleh virus Dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang sebelumnya telah membawa virus tersebut. Nyamuk ini umumnya aktif menggigit pada pagi hari hingga sore menjelang malam.

Terkait ciri-ciri penderita DBD, beliau mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala seperti demam tinggi mendadak hingga 40 derajat Celcius yang berlangsung selama 2–7 hari, nyeri kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan persendian, muncul bintik-bintik merah di kulit, mual hingga muntah, serta lemas yang luar biasa.

“Perlu diingat, penurunan suhu tubuh secara tiba-tiba justru bisa menjadi tanda awal fase kritis DBD. Jika disertai rasa lemas dingin, keringat dingin, atau pendarahan ringan, segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat tanpa menunda,” tegas Dadang.

Lebih lanjut, Dadang Hanura mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif melakukan upaya pencegahan melalui langkah sederhana namun efektif.

Langkah tersebut meliputi melakukan gerakan 3M:

1. Menguras tempat penampungan air secara rutin seminggu sekali;

2. Menutup rapat tempat penampungan air;

3. Memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menggunakan obat nyamuk atau losion anti nyamuk, serta memeriksa lingkungan sekitar rumah secara berkala bersama warga lainnya.

“Harapan kami, informasi dan imbauan ini dapat bermanfaat luas bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah kerja Puskesmas SP Padang. Pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama dan konsisten adalah kunci utama agar kita terhindar dari bahaya DBD. Mari kita jaga kebersihan lingkungan demi kesehatan keluarga dan lingkungan kita bersama,” tutup Dadang.(Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini