Beranda Ogan Kemering Ilir RSUD Kayuagung Dinilai Abai, Pasien Kehilangan Ponsel di Ruang Rawat Inap

RSUD Kayuagung Dinilai Abai, Pasien Kehilangan Ponsel di Ruang Rawat Inap

340
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOPUPDATE.COM – Kasus hilangnya handphone di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung kembali menyoroti lemahnya sistem keamanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Kejadian ini memunculkan keresahan keluarga pasien dan warga yang menilai manajemen rumah sakit abai terhadap kenyamanan dan perlindungan barang pribadi pasien.

Insiden tersebut dialami oleh Heri, seorang pasien penyakit dalam yang sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap pada Selasa (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Handphone Android miliknya raib saat ia masih berada di tempat tidur perawatan.

“Padahal saya sudah berteriak minta bantuan, tapi tidak ada respons dari dokter maupun perawat. Kejadian ini membuat saya semakin tidak nyaman di tengah kondisi sakit,” ungkap Heri.

Keluarga pasien, Erni, turut membenarkan peristiwa itu. Ia menilai pengawasan di RSUD Kayuagung sangat lemah sehingga membahayakan keamanan pasien.

“Kami datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan malah kehilangan barang. Seharusnya pihak rumah sakit lebih memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pasien,” tegasnya.

Kekhawatiran juga datang dari masyarakat. Husin, warga Kayuagung, menyebut rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang aman.

“Rumah sakit itu tempat orang mencari kesembuhan, bukan tempat orang takut kehilangan barang,” katanya.

Ketua LSM Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sumsel, Feri Utama menilai, kasus ini sebagai bukti lemahnya tata kelola dan pengawasan di RSUD Kayuagung.

“Ini bukan sekadar soal kehilangan handphone, tapi menyangkut rasa aman pasien yang diabaikan. Jika terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap pelayanan rumah sakit bisa menurun drastis,” ujarnya.

Feri mendesak Bupati Ogan Komering Ilir untuk turun tangan mengevaluasi manajemen RSUD, terutama terkait protokol keamanan, pengawasan petugas jaga, serta mekanisme penanganan keluhan pasien.

“Rumah sakit pemerintah seharusnya jadi teladan pelayanan publik, bukan justru cermin buruk,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya perbaikan sistem keamanan, peningkatan respons petugas jaga, serta penyediaan sarana pelaporan kehilangan barang secara cepat dan tuntas.

“Pasien dan keluarganya berhak merasa aman selama menjalani perawatan. Itu harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (Rico)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini