Beranda Headline Stok BBM Nasional Disorot, Bahlil Tegaskan Pasokan Aman

Stok BBM Nasional Disorot, Bahlil Tegaskan Pasokan Aman

52
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluruskan informasi yang beredar mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik di Timur Tengah.

Bahlil menegaskan, angka tersebut bukan kondisi darurat, melainkan menggambarkan kapasitas daya tampung (storage) BBM yang selama ini dimiliki Indonesia.

“Memang sejak dahulu kemampuan storage kita tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” kata Bahlil sebelum mengikuti rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, standar minimal ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 20–21 hari, sementara batas maksimal sekitar 25 hari. Berdasarkan rapat bersama Dewan Energi Nasional, rata-rata ketahanan stok BBM Indonesia saat ini berada di kisaran 22–23 hari.

Bahlil menjelaskan, keterbatasan stok bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan energi, melainkan terbatasnya kapasitas tangki penyimpanan.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan utama berada pada infrastruktur penyimpanan, bukan pada ketersediaan pasokan energi.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan BBM untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional ke depan bisa mencapai hingga tiga bulan, sejalan dengan standar minimum yang banyak diterapkan secara global.

“Arahan Bapak Presiden agar segera membangun storage supaya ketahanan energi kita kuat. Insyaallah rencananya sampai tiga bulan,” kata Bahlil.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penguatan sistem ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global serta fluktuasi pasokan energi dunia. (Inku/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini