OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Kesabaran warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, akhirnya habis. Kesal jalan kabupaten yang baru diperbaiki kembali rusak diduga akibat dilintasi truk pengangkut sawit milik PT Segula Energi Sawit (SES), warga nekat memblokade akses jalan dengan memasang portal, Rabu (24/6/2026).
Aksi tersebut ditujukan kepada kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit milik PT Segula Energi Sawit (SES) yang selama ini melintas di ruas jalan tersebut. Warga menilai kendaraan perusahaan dengan muatan berat menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang baru saja diperbaiki pemerintah daerah.
Koordinator aksi lapangan, Deni, mengatakan warga terpaksa memasang portal sebagai bentuk protes dan melarang kendaraan PT SES melintas di jalan kabupaten yang berada di Desa Bumi Agung.
“Kami memasang portal karena jalan yang baru diperbaiki oleh Pemda OKI kini kembali rusak. Selain itu, jembatan juga mengalami kerusakan, debu yang ditimbulkan membahayakan anak-anak sekolah, jalan banyak lubang, dan kebisingan kendaraan mengganggu warga yang tinggal di pinggir jalan,” ujarnya.
Menurut Deni, kendaraan perusahaan diduga membawa muatan melebihi tonase yang diizinkan sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Kondisi tersebut juga dinilai membahayakan pengguna jalan karena kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Kami meminta truk sawit PT SES tidak lagi melintas di jalan kabupaten ini. Muatan yang dibawa terlalu berat sehingga jalan cepat rusak. Sudah sering terjadi kecelakaan karena jalan berlubang,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, warga juga memasang sejumlah tulisan berisi tuntutan dan keluhan mereka. Beberapa di antaranya menyoroti kondisi jembatan yang rusak, polusi udara yang mengancam kesehatan anak sekolah, kerusakan jalan yang semakin parah, serta gangguan kebisingan akibat aktivitas kendaraan perusahaan.
Sementara itu, Camat Tanjung Lubuk, Konarianto, membenarkan adanya aksi penutupan jalan oleh warga Desa Bumi Agung. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap kondisi jalan yang rusak.
“Benar, ada penutupan jalan oleh warga. Informasinya aksi tersebut masih akan berlanjut hingga besok,” kata Konarianto.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Segula Energi Sawit (SES) terkait tuntutan warga dan penghentian sementara akses kendaraan perusahaan melalui jalan kabupaten tersebut. (Rico)



































