Beranda Ogan Kemering Ilir Unik, Rombongan ‘Pocong’ SMP Ma’had Utsmani Curi Perhatian di Lomba Gerak Jalan...

Unik, Rombongan ‘Pocong’ SMP Ma’had Utsmani Curi Perhatian di Lomba Gerak Jalan Indah

117
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Suasana kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 semakin terasa nyata di tanah Ogan Komering Ilir (OKI).

Salah satu rangkaian kegiatan yang paling dinanti dan penuh warna adalah pelaksanaan Lomba Gerak Jalan Indah, yang diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para siswa-siswi dari berbagai satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten OKI.

Kegiatan gerak jalan indah ini dimulai dengan keberangkatan dari halaman Dinas Sosial Kabupaten OKI dan berakhir di Lapangan Hatta, Kayuagung. Sepanjang jalur lintasan, suasana penuh semangat dan sorak sorai warga menyambut barisan peserta yang melaju dengan tertib dan berwarna.

Namun di antara beragam penampilan yang memukau tahun ini, ada satu hal yang menjadi daya tarik utama dan berbeda dari biasanya, hadirnya rombongan peserta yang tampil mengenakan kostum pocong, berbaris rapi dan berjalan serempak berdampingan dengan peserta lainnya sepanjang jalan lintasan lomba.

Alih-alih menimbulkan kesan seram atau mistis, penampilan unik ini justru mengundang kekaguman dan tawa gembira dari ratusan penonton yang memadati sisi jalan.

Dari sekian banyak peserta yang berlaga, penampilan bertema ini menjadi yang paling menonjol dan menghibur sepanjang acara. Ternyata, ide kreatif penuh makna ini lahir dari inisiatif para siswa-siswi SMP Ma’had Utsmani Kayuagung.

Berbeda dengan bayangan umum tentang sosok tersebut, rombongan ini tampil dengan baris-berbaris yang sangat rapi, teratur, dan profesional. Gerakan serempak, langkah tegap, serta semangat yang terpancar membuat penonton terpesona dan memberikan tepuk tangan meriah setiap kali mereka melintas. Kesan menakutkan tidak terlihat sama sekali yang hadir justru keceriaan, keunikan, dan pesan tersirat yang mendalam.

Kepala Sekolah SMP Ma’had Utsmani Kayuagung, Dewi Yustika Sari, S.TP., menjelaskan makna di balik penampilan tersebut.

“Ide kreatif yang kami tampilkan ini bukan sekadar ingin berbeda atau menarik perhatian semata. Tujuannya adalah untuk menghibur masyarakat yang hadir, namun di saat yang sama juga mengandung nilai syiar agama Islam yang tersirat. Sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai keislaman, kami ingin menunjukkan bahwa momen perayaan kemerdekaan ini bisa menjadi sarana menyebarkan kebaikan dan pengingat dengan cara yang unik dan menyenangkan,” ungkap Dewi. Rabu (12/08/2026).

Ia menambahkan, sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi akademik semata, tetapi juga bertekad untuk senantiasa menonjolkan dan menanamkan nilai-nilai luhur agama serta budi pekerti luhur kepada para peserta didiknya.

“Kami berharap penampilan anak-anak kami ini dapat menjadi pelepas penat bagi masyarakat, menjadi tontonan yang menghibur, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua akan hal-hal yang bersifat kebaikan dan keabadian,” lanjut Dewi.

Makna Syiar Agama Islam di Balik Penampilan Kostum Pocong pada Lomba Gerak Jalan Indah

Lebih lanjut ia menjelaskan di balik kreativitas pemilihan kostum yang tampak unik dan khas berupa kostum pocong, tersimpan makna syiar agama Islam yang mendalam, penuh pelajaran dan perenungan bagi setiap penonton maupun peserta yang membawakannya.

“Pocong dalam pandangan Islam bukanlah sekadar sosok yang sering dikaitkan dengan ketakutan dalam cerita rakyat, melainkan menjadi simbol pengingat yang nyata akan kematian dan kehidupan setelah mati. Bentuk balutan kain yang membungkus rapat melambangkan kain kafan yang akan membungkus tubuh kita semua saat meninggal dunia. Tali pengikat pada ujung kainnya memiliki makna yang sangat dalam, ikatan itu menjadi pengingat bahwa setiap amal perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia, baik amal saleh yang membawa kebaikan maupun perbuatan buruk yang mendatangkan kejahatan akan terikat dan menyertai kita saat kita berpisah dari dunia ini, menjadi bekal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanallahubwa ta’ala di hari akhir nanti” jelas Dewi.

Melalui penampilan kostum ini dalam gerak jalan indah, tersampaikan pesan syiar yang luhur agar kita tidak terlalu terlena dengan kemewahan dan kesibukan duniawi yang bersifat sementara.

“Semua harta, kedudukan, dan hal-hal yang kita banggakan di dunia tidak akan bisa kita bawa saat ajal menjemput, yang akan dibawa hanyalah amal ibadah yang tulus, kebaikan yang kita berikan kepada sesama, serta iman dan takwa yang kita tanam dan jaga selama kita masih diberi kesempatan bernapas dan beramal” tegas Dewi.

Selain itu menurutnya, penampilan ini juga mengajarkan tentang keseimbangan meskipun kita berusaha menampilkan keindahan dan kreativitas dalam setiap gerakan dan penampilan, namun kita tidak boleh melupakan hakikat tujuan hidup kita sebagai hamba Allah SWT.

Keteraturan gerak, kesungguhan hati dan kesatuan semangat peserta saat membawakannya juga melambangkan bahwa dalam menjalani kehidupan dan beribadah kepada Tuhan, kita perlu bersungguh-sungguh, tertib, bersatu dan saling menguatkan dalam kebaikan dan ketakwaan sebelum datangnya waktu yang tidak bisa ditunda lagi.

Dengan demikian, kostum ini bukanlah sekadar hiasan atau penarik perhatian dalam perlombaan, melainkan menjadi sarana syiar yang efektif untuk menyebarkan pengingat akan kebenaran ajaran Islam.

“Pertunjukan ini juga menanamkan kesadaran akan kewajiban beramal saleh sejak dini maupun di setiap tingkatan usia, serta mengajak kita semua untuk selalu memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan abadi yang akan datang kelak” pungkas Dewi.

Keunikan dan kesungguhan penampilan ini ternyata tidak hanya memikat hati masyarakat umum, tetapi juga menarik perhatian khusus Wakil Bupati OKI, Supriyanto.

Beliau tampak sangat terkesan dan secara sukarela mendatangi rombongan tersebut untuk berfoto bersama, memberikan apresiasi langsung atas kreativitas, semangat, serta pesan positif yang dibawakan oleh para siswa-siswi SMP Ma’had Utsmani Kayuagung.

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk ekspresi yang kreatif, menyatukan kegembiraan nasional dengan nilai-nilai luhur, serta mempererat kebersamaan dan kehangatan di tengah masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini