Beranda Headline Raffi Ahmad Klarifikasi Hubungan dengan Blueray Cargo

Raffi Ahmad Klarifikasi Hubungan dengan Blueray Cargo

4
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Farid Ahmad, akhirnya memberikan penjelasan terkait kemunculan namanya dalam persidangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/6), Raffi menegaskan bahwa pertemuannya dengan pihak Blueray Cargo di Amerika Serikat hanya berlangsung singkat dan tidak pernah berlanjut ke hubungan bisnis maupun transaksi apa pun.

Raffi menjelaskan, kunjungannya ke Amerika Serikat pada Oktober 2025 awalnya untuk mengikuti ajang maraton di Chicago bersama Ariel NOAH, Gading Marten, dan Desta. Setelah kegiatan tersebut selesai, ia bersama istrinya, Nagita Slavina, melanjutkan perjalanan ke New York.

Di New York, Raffi mengaku menyempatkan diri mengunjungi sejumlah usaha milik warga Indonesia, termasuk restoran Awang Kitchen dan Indo Java. Saat berada di Awang Kitchen, ia bertemu dengan beberapa orang dari toko di sebelah restoran yang belakangan diketahui merupakan kantor Blueray Cargo.

“Mereka meminta foto bersama. Kami foto di depan toko mereka. Setelah itu ada yang menjelaskan kalau perusahaannya bisa mengirim barang dari Amerika ke Indonesia,” kata Raffi.

Menurutnya, saat itu pihak Blueray Cargo sempat menawarkan jasa pengiriman barang. Namun, respons yang ia berikan hanyalah bentuk basa-basi dalam percakapan santai.

“Saya bilang, ‘iya nanti kalau ada handphone baru mungkin saya kirim’. Itu hanya basa-basi. Tidak ada transaksi, tidak ada pemesanan, dan tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.

Raffi menegaskan bahwa setelah pertemuan tersebut dirinya tidak pernah lagi berkomunikasi dengan pihak Blueray Cargo.

“Saya tidak punya nomor telepon mereka, tidak pernah menerima kiriman apa pun, dan tidak pernah melakukan transaksi. Hanya sebatas pertemuan singkat dan basa-basi,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Raffi, Hotman Paris Hutapea, menduga nama kliennya digunakan oleh pihak tertentu untuk meyakinkan para pengguna jasa pengurusan impor.

Menurut Hotman, nama Raffi kemungkinan muncul dalam percakapan internal yang kemudian ditemukan penyidik dan dijadikan bahan pertanyaan dalam persidangan.

“Mungkin ada pihak yang menyebut nama Raffi untuk meyakinkan biro jasa pengurusan impor. Ketika percakapan itu dibuka penyidik, kemudian muncul dalam persidangan dan menjadi perhatian publik,” ujar Hotman.

Keterangan serupa juga disampaikan Gading Marten yang ikut dalam perjalanan tersebut. Ia mengatakan pertemuan dengan pihak Blueray Cargo terjadi secara tidak sengaja saat mereka mengunjungi tempat makan milik warga Indonesia di New York.

“Kami hanya makan di Awang Kitchen dan Indo Java. Ada orang dari toko sebelah yang minta foto. Kami baru tahu sekarang nama tempat itu Blueray,” kata Gading.

Diketahui, nama Raffi Ahmad mencuat dalam persidangan kasus dugaan korupsi yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di lingkungan Ditjen Bea Cukai pada Februari 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, sebelumnya membenarkan bahwa nama Raffi sempat muncul dalam proses penyidikan. Namun, KPK menyatakan belum menemukan fakta yang cukup untuk mengaitkan Raffi dengan perkara yang sedang ditangani.

“Belum sampai pada fakta-fakta yang menguatkan bahwa hal tersebut menjadi bagian dari peristiwa yang sedang disidik, sehingga tidak dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” ujar Achmad Taufik. (Ant/net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini