Beranda Ogan Komering Ulu Timur 950 Calon SPPI Digembleng di Puslatpur TNI AD

950 Calon SPPI Digembleng di Puslatpur TNI AD

68
0

OKU TIMUR, KITOUPDATE.COM – Sebanyak 950 peserta calon Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD. Kegiatan ini bertujuan membentuk calon SPPI yang memiliki karakter disiplin, integritas, semangat pengabdian, serta kesiapan melayani masyarakat dan negara.

Diklat SPPI Program Koperasi Desa/Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 tersebut resmi dibuka pada Rabu (17/6/2026) di Puslatpur TNI AD. Kegiatan ini diikuti 950 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, serta sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, dan Jambi.

Pelatihan yang berlangsung selama 45 hari ini dirancang untuk membentuk calon SPPI yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, dan kesiapan dalam mendukung penguatan koperasi di tingkat desa, kelurahan, dan kampung nelayan.

Komandan Puslatpur TNI AD, Polsan Situmorang, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bukan bertujuan membentuk peserta menjadi anggota militer, melainkan menanamkan karakter kepemimpinan yang kuat sebagai bekal dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

“Perlu saya jelaskan, kegiatan ini bukan untuk membentuk mereka menjadi militer. Yang dibentuk adalah karakter calon SPPI agar menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat pengabdian, serta siap mengabdi kepada masyarakat dan negara,” ujarnya.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembinaan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pendidikan karakter yang bertujuan membentuk mental tangguh dan jiwa kepemimpinan.

Selain itu, peserta juga dibekali materi manajerial dan tata kelola koperasi. Pembekalan tersebut dinilai penting karena para peserta nantinya akan berperan sebagai penggerak dan pendamping dalam pengembangan koperasi di daerah masing-masing.

“Kami juga memberikan pembekalan dasar mengenai manajerial perkoperasian. Ke depan peserta akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu menjalankan tugas dalam mendukung pengembangan koperasi yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, melalui Diklat ini peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dengan jumlah peserta mencapai 950 orang, program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengawal pembangunan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat eksistensi koperasi sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. (kyai)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini