Beranda Ogan Kemering Ilir Kepala DPPKB OKI Ingatkan Pentingnya Gemar Bagi Pembangunan Karakter dan Psikologis Anak

Kepala DPPKB OKI Ingatkan Pentingnya Gemar Bagi Pembangunan Karakter dan Psikologis Anak

44
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dalam upaya memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Zulfikar, S.Sos., MM, secara resmi mengingatkan pentingnya Gerakan Ayah Mengambil Raport atau yang disingkat dengan nama Gemar.

Gerakan ini dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung pembentukan karakter serta kesehatan psikologis anak di lingkungan keluarga dan sekolah.

Menurutnya, selama ini pengambilan raport di sekolah seringkali hanya diwakili oleh ibu, wali, atau bahkan orang lain yang tidak memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anak. Padahal, kehadiran ayah dalam momen tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi dunia anak.

“Gerakan Gemar ini bukan sekadar seremonial untuk hadir ke sekolah dan mengambil lembaran nilai semata. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata keterlibatan ayah dalam perjalanan pendidikan anak. Kehadiran ayah memberikan sinyal yang jelas kepada anak bahwa ia diperhatikan, didukung, dan menjadi prioritas dalam kehidupan keluarga,” ujar Zul. Kamis (18/06/2026)

Zulfikar menjelaskan, keterlibatan ayah dalam kegiatan pendidikan anak, termasuk saat pengambilan raport, memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan karakter. Anak yang merasakan kehadiran dan perhatian ayahnya cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, tanggung jawab yang lebih baik, serta kemampuan bersosialisasi yang lebih matang.

“Dalam psikologi keluarga, figur ayah berperan sebagai penyeimbang. Saat ayah hadir, anak belajar memahami nilai-nilai disiplin, ketegasan, sekaligus rasa aman yang berbeda dari kasih sayang ibu. Ini akan membentuk fondasi kepribadian anak yang kuat dan tahan banting menghadapi tantangan masa depan,” jelas Zul.

Selain itu, komunikasi yang terjalin antara ayah dan guru saat pengambilan raport juga menjadi sarana penting untuk memantau perkembangan akademik dan perilaku anak. Dengan begitu, ayah dapat lebih memahami kondisi anak, memberikan apresiasi atas pencapaiannya, serta memberikan arahan yang tepat jika ada hal yang perlu diperbaiki.

Dari sisi psikologis, Zulfikar menegaskan bahwa kehadiran ayah dapat mengurangi risiko anak mengalami rasa terabaikan, rendah diri, atau masalah emosional lainnya. Anak akan merasa lebih dihargai dan memiliki tempat yang penting dalam keluarga. Sebaliknya, jika ayah jarang terlibat dalam urusan pendidikan, anak bisa merasa bahwa hal tersebut bukanlah hal yang penting, yang pada akhirnya dapat menurunkan motivasi belajarnya.

“Anak membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. Saat ayah datang mengambil raport, itu menjadi momen yang dikenang anak. Ia merasa bangga karena ayahnya meluangkan waktu untuknya. Perasaan bangga ini akan memicu semangatnya untuk terus berprestasi dan berperilaku baik di sekolah maupun di rumah,” tegas Zul.

Melalui gerakan ini, DPPKB OKI mengajak seluruh kepala sekolah, guru, serta warga masyarakat untuk mendukung dan menyosialisasikan pentingnya keterlibatan ayah. Sekolah diharapkan dapat memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi ayah untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, tidak hanya saat pembagian raport, tetapi juga dalam pertemuan orang tua murid dan kegiatan lainnya.

Zulfikar juga mengimbau kepada para ayah di Kabupaten OKI untuk tidak menganggap urusan pendidikan anak semata-mata menjadi tanggung jawab ibu. Kesibukan bekerja bukanlah alasan untuk melepaskan diri dari peran mendidik. Dengan manajemen waktu yang baik, setiap ayah pasti dapat menyisihkan waktu untuk hadir bagi anaknya.

“Mari kita jadikan Gerakan Gemar ini sebagai budaya baru di Kabupaten OKI. Dimulai dari hal sederhana seperti mengambil raport, kita bangun keluarga yang harmonis, anak yang berkarakter kuat, dan generasi yang berkualitas untuk masa depan daerah ini,” tutup Zul.

Gerakan Ayah Mengambil Raport ini diharapkan dapat terus digalakkan dan menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan, sehingga peran ayah dalam keluarga semakin terasa nyata manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini