Beranda Headline Karhutla OKI Jadi Sorotan, Manggala Agni Didatangkan dari Luar

Karhutla OKI Jadi Sorotan, Manggala Agni Didatangkan dari Luar

62
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mendapat perhatian serius. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan bahkan harus mengerahkan personel tambahan dari luar daerah untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Manggala Agni dari Jambi dan Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditarik ke Sumsel untuk membantu mengendalikan karhutla di OKI.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto mengatakan pengerahan personel tersebut dilakukan menyusul terdeteksinya sumber asap besar di wilayah OKI.

“Kami menarik personel Manggala Agni di Bangka dan Jambi untuk diperbantukan mengendalikan karhutla di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan,” kata Ferdian, Minggu (23/8).

Menurut Ferdian, pengerahan pasukan lintas wilayah tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran asap dari karhutla di OKI.

Berdasarkan citra satelit, sumber asap besar terdeteksi berada di wilayah OKI. Kondisinya disebut terus menguat dan bergerak ke arah utara hingga menyatu dengan sumber asap dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Dampak penyebaran asap tersebut bahkan telah mencapai wilayah Jambi.

“Berdasarkan citra satelit, terdeteksi sumber asap besar terdapat di Ogan Komering Ilir yang menguat dan menyebar ke arah utara, menyatu dengan sumber asap di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang berdampak ke Jambi,” ujar Ferdian.

Kondisi tersebut menempatkan Sumsel sebagai wilayah dengan eskalasi karhutla paling tinggi dibandingkan wilayah lain yang saat ini menjadi fokus penanganan Manggala Agni di Sumatera.

Ferdian menyebut sebanyak 954 personel Manggala Agni tersedia untuk penanganan karhutla di Pulau Sumatera. Personel tersebut saat ini terkonsentrasi di tiga wilayah, yakni Riau, Jambi dan Sumsel.

“Untuk Sumatra saat ini tersedia 954 personel Manggala Agni dan terkonsentrasi penanganan karhutla di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Kondisi eskalasi tertinggi dan dampak terbesar ada di Sumatera Selatan,” katanya.

Sementara itu, di Riau, sumber asap besar terpantau berada di kawasan Kerumutan, Indragiri Hulu (Inhu). Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga tengah mempersiapkan BKO tambahan dari Sumatera Utara untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Pengerahan BKO dari Jambi dan Bangka ke Sumsel menjadi langkah penguatan penanganan karhutla di OKI. Dengan sumber asap yang terus menguat dan dampaknya mulai dirasakan hingga wilayah lain, pengendalian karhutla di OKI kini menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera. (Eko Saputra/Ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini