OGAN ILIR, KITOUPDATE.COM — Kehadiran pemangku desa di tengah masyarakat bukan hanya sekadar memenuhi undangan, melainkan juga momen berharga untuk menyampaikan pesan-pesan penting demi keselamatan dan kesejahteraan warga.
Hal inilah yang dilakukan oleh Kepala Desa Arisan Deras, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Syaifullah, saat memenuhi undangan syukuran khitanan Andika Nurdiansyah, putra dari pasangan Bapak Aman dan Ibu Rika. Acara berlangsung di Dusun III (Palbatu), Desa Arisan Deras.
Suasana penuh kebahagiaan dan syukur menyelimuti acara khitanan tersebut. Hadir pula para tokoh masyarakat, tetangga sekitar, serta kerabat dekat keluarga. Di tengah kehangatan acara, Syaifullah menyempatkan diri menyampaikan pesan penting yang sangat dibutuhkan warga saat ini, yaitu tentang pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Saya sangat bersyukur dapat hadir di tengah-tengah keluarga Bapak Aman dan Ibu Rika pada hari yang penuh kebahagiaan ini. Semoga Andika Nurdiansyah menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa, serta dapat menuntut ilmu setinggi-tingginya,” ucap Syaifullah. Senin (21/09/2026).
Setelah menyampaikan ucapan selamat dan doa, Syaifullah secara khusus mengingatkan seluruh warga yang hadir mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi perhatian utama di musim kemarau ini.
“Hadirin sekalian, musim kemarau masih berlangsung dan cuaca saat ini cukup kering. Hal ini membuat potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan di sekitar wilayah kita semakin tinggi. Oleh karena itu, saya memohon kepada seluruh warga Desa Arisan Deras untuk bersama-sama menjaga lingkungan kita dari bahaya api,” tegas Syaifullah.
Syaifullah menjelaskan bahwa kebakaran lahan yang sering terjadi bukanlah hal yang sepele. Asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara, memicu berbagai penyakit pernapasan seperti ISPA, batuk, hingga gangguan kesehatan lain, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Selain itu, kebakaran juga merusak lingkungan, mengganggu aktivitas warga, dan bahkan dapat menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. Ia juga menegaskan agar warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, meskipun terlihat kecil.
“Jangan pernah berpikir bahwa membakar sampah atau membuka lahan sedikit saja tidak akan menyebabkan masalah. Angin yang berubah arah sewaktu-waktu dapat membuat api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas dan sulit dikendalikan,” imbau Syaifullah.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga untuk saling mengingatkan satu sama lain. Jika melihat ada asap atau api, segera laporkan kepada perangkat desa atau aparat setempat agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa atau aparat keamanan semata, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih, sehat, dan aman bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tegas Syaifullah.
Pesan yang disampaikan Syaifullah disambut baik oleh warga yang hadir. Banyak warga merasa bahwa cara penyampaian yang dilakukan langsung di tengah hajatan warga sangat efektif dan mudah dipahami.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kepala Desa yang selalu hadir di tengah kami dan tidak lupa mengingatkan hal-hal penting yang menyangkut keselamatan kita bersama. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari bahaya kebakaran,” ungkap Bapak Aman, selaku tuan rumah.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kedekatan emosional antara pemerintah desa dan masyarakat, di mana setiap momen kebersamaan dimanfaatkan secara bijak untuk membangun kesadaran kolektif demi kebaikan bersama.
Semangat kebersamaan dan kepedulian inilah yang menjadi modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Arisan Deras, khususnya dalam upaya pencegahan Karhutla. (Hendri)



































