OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Di era transformasi digital yang terus berkembang pesat, kehadiran media sosial instansi pemerintah tidak lagi sekadar menjadi wadah berbagi informasi kegiatan administrasi semata. Lebih dari itu, media sosial kini harus bertransformasi menjadi ruang publik yang informatif, edukatif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal inilah yang menjadi penekanan utama dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (24/09/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan Bappeda Kabupaten OKI ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten OKI, Faisal Riza, ST., MT., dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Administrator serta Pejabat Fungsional di lingkungan Bappeda.
Dalam arahannya, Faisal Riza menegaskan bahwa perubahan cara pandang dalam pengelolaan media sosial sangat diperlukan agar pembangunan daerah dapat dipahami, didukung, dan diawasi bersama oleh masyarakat.
“Media sosial kita bukan sekadar album foto kegiatan. Media sosial adalah wajah kita, sekaligus jendela transparansi yang menghubungkan perencana pembangunan dengan masyarakat luas. Jika masyarakat paham bagaimana pembangunan direncanakan, maka dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan akan semakin kuat,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa penguatan media sosial Bappeda mencakup dua aspek utama, yaitu peningkatan kualitas tampilan dan penyempurnaan substansi informasi yang disajikan.
Tampilan yang menarik, rapi, dan mudah dinavigasi akan memudahkan masyarakat memperoleh informasi, sementara substansi yang mendalam dan akurat akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
Tujuan utama dari penguatan ini adalah untuk meningkatkan literasi perencanaan pembangunan di kalangan masyarakat Kabupaten OKI secara menyeluruh.
Melalui media sosial yang dikelola dengan baik, masyarakat akan mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai berbagai hal penting, antara lain:
1. Arah Kebijakan dan Prioritas Pembangunan yaitu Masyarakat mengetahui ke mana arah pembangunan daerah ditujukan dan apa saja prioritas utama yang sedang dan akan dilaksanakan.
2. Proses Perencanaan Pembangunan, Masyarakat akan lebih memahami tahapan penyusunan rencana pembangunan, mulai dari musyawarah di tingkat desa hingga penyusunan dokumen perencanaan di tingkat kabupaten.
3. Target dan Capaian Pembangunan, Masyarakat dapat memantau apa yang menjadi target pembangunan dan sejauh mana capaian yang telah diraih, sehingga pengawasan publik dapat berjalan lebih efektif.
Selain menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, media sosial Bappeda juga diharapkan dapat berfungsi sebagai media koordinasi yang efektif antarperangkat daerah. Informasi perencanaan pembangunan dapat tersampaikan dengan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi, sehingga meminimalkan kesalahpahaman antarinstansi dan mempercepat penyelesaian program-program pembangunan daerah.
Faisal Riza juga menekankan bahwa informasi yang disampaikan melalui media sosial harus disajikan dengan bahasa yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami oleh semua kalangan, tidak hanya oleh kalangan birokrasi.
Hal ini penting agar informasi perencanaan pembangunan dapat dipahami tidak hanya oleh mereka yang memahami istilah teknis pemerintahan, tetapi juga oleh masyarakat luas di pelosok desa-desa.
“Kita ingin masyarakat tahu, dari mana anggaran berasal, untuk apa direncanakan, dan bagaimana hasilnya dirasakan. Keterbukaan informasi adalah kunci partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dan media sosial adalah sarana paling efektif untuk mewujudkannya,” tegas Faisal.
Dengan langkah ini, Bappeda Kabupaten OKI menargetkan terjadinya perubahan signifikan yaitu tidak lagi dari sekadar mendokumentasikan kegiatan, kini menuju terbentuknya ruang literasi perencanaan pembangunan yang inklusif, transparan, dan partisipatif.
“Masyarakat yang terinformasi dengan baik diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Kabupaten OKI yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan” tutup Faisal. (Hendri)



































