Beranda Ogan Kemering Ilir Peringati Hari Tani Nasional, Regenerasi dan Kesejahteraan Kunci Masa Depan Pertanian Indonesia

Peringati Hari Tani Nasional, Regenerasi dan Kesejahteraan Kunci Masa Depan Pertanian Indonesia

10
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pijakan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para petani sekaligus mempercepat regenerasi petani di tanah air.

Demikian ditegaskan oleh Anggota Komisi I DPRD Kabupaten OKI dari Fraksi PKB, Kenedi, yang akrab disapa Tigor, dalam pernyataannya menyambut Hari Tani Nasional, Kamis (24/09/2026).

Bagi Tigor, peringatan Hari Tani Nasional memiliki makna yang sangat mendalam dan emosional. Pasalnya, ia lahir dan tumbuh besar di tengah keluarga petani. Meski saat ini berada di lembaga legislatif dan komisi yang tidak secara khusus membidangi urusan pertanian, namun kata “tani” selalu menyentuh hatinya secara langsung.

“Tanggal 24 September adalah tanggal bersejarah bagi petani di seluruh Indonesia. Tanggal yang menggambarkan harapan, cita-cita, semangat, dan tujuan untuk melahirkan petani-petani sejahtera,” ujar Tigor.

Tigor, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten OKI, menegaskan bahwa masa depan pertanian nasional sangat bergantung pada satu hal utama yaitu kemampuan sektor pertanian dalam memberikan kehidupan yang layak dan masa depan yang menjanjikan bagi generasi berikutnya. Selama petani belum sejahtera, akan sulit mengubah mindset para generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Oleh karena itu salah satu indikator terpenting keberhasilan pembangunan pertanian, menurut Tigor, adalah berlangsungnya regenerasi petani secara sehat dan berkelanjutan.

“Petani sejahtera adalah petani yang melakukan regenerasi kepada anaknya. Ketika keluarga petani melihat sektor pertanian mampu memberikan penghidupan dan masa depan yang baik, maka akan semakin terbuka peluang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan profesi ini,” jelas Tigor.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak lagi memandang sebelah mata profesi sebagai petani. Pandangan bahwa bertani adalah pekerjaan yang tertinggal, melelahkan, dan tidak menjanjikan harus segera diubah. Pertanian justru merupakan sektor yang paling strategis dan vital bagi keberlangsungan hidup bangsa.

“Anak-anak muda, jangan enggan untuk menjadi petani. Petani adalah profesi yang mulia, harapan masa depan. Yakinlah, dengan bertani kita bisa sejahtera, dengan bertani kita bisa berdaulat, dengan bertani kita bisa memiliki masa depan yang cerah,” ajak Tigor.

Tigor pun menekankan bahwa pertanian bukan sekadar urusan mata pencaharian individu, melainkan berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat luas dan kedaulatan bangsa. Jika tidak ada regenerasi, maka siapa yang akan menjaga lumbung pangan kita di masa depan.

Karena itu, keberpihakan pemerintah terhadap petani harus terus diperkuat. Dukungan berupa akses pasar, harga jual yang layak, teknologi pertanian modern, serta jaminan kesejahteraan petani mutlak diperlukan agar sektor pertanian semakin diminati oleh generasi muda.

“Kesejahteraan petani, regenerasi, dan kedaulatan pertanian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masa depan pangan Indonesia,” ungkap Tigor.

Pada momentum Hari Tani Nasional tahun ini, Tigor berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan dapat bersatu hati mendukung kemajuan sektor pertanian. Pertanian harus menjadi sektor yang membanggakan, bukan beban.

“Selamat Hari Tani Nasional mari Kita jadikan Hari Tani sebagai momentum kesejahteraan, kebangkitan, dan kedaulatan petani dan pertanian Indonesia,” pungkas Tigor. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini