Beranda Headline Perhutani Siapkan 20 Juta Bibit untuk 26 Ribu Hektare Hutan

Perhutani Siapkan 20 Juta Bibit untuk 26 Ribu Hektare Hutan

27
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Perum Perhutani menyiapkan lebih dari 20 juta bibit untuk musim tanam 2026. Bibit tersebut akan ditanam di lahan seluas sekitar 26 ribu hektare yang tersebar pada 57 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).

Langkah ini tidak sekadar menjadi agenda rutin penanaman. Perhutani menempatkannya sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus mempertahankan produktivitas aset hutan secara berkelanjutan.

Direktur Operasi Perum Perhutani Wawan Triwibowo mengatakan penanaman menjadi salah satu pilar Sustainable Forest Stewardship dalam transformasi Perhutani.

“Penanaman itu dimaksudkan untuk menjaga daya dukung lingkungan, memperkuat tata air, menyerap emisi karbon dan membuat aset hutan perusahaan tetap produktif dari tahun ke tahun,” kata Wawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/9).

Sebanyak 31 jenis tanaman disiapkan untuk musim tanam tersebut. Jenisnya meliputi tanaman kayu kehutanan seperti jati, pinus, mahoni dan sengon, serta tanaman multiguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS) dan tanaman konservasi.

Persiapan musim tanam salah satunya dilakukan di KPH Bandung Utara. Perhutani bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN melakukan penebaran benih pinus sebagai tahap awal penyemaian bibit.

Kegiatan serupa juga dilakukan di 26 KPH lainnya dengan total benih pinus yang ditebar mencapai 162 kilogram.

Wawan menegaskan kualitas bibit dan ketepatan waktu tanam menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan.

Menurut dia, penanaman 2026 memiliki arti lebih luas dari sekadar kegiatan operasional tahunan karena berkaitan langsung dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

“Dengan 20 juta lebih bibit dari 31 jenis tanaman untuk 26 ribu hektare di 57 KPH, kami ingin setiap petak lahan diurus secara terukur dan berdaya guna. Hasilnya diharapkan seimbang, baik secara ekologis maupun ekonomi, bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan penyemaian menjadi bagian penting untuk memastikan ketersediaan bibit unggul bagi penghijauan tidak terputus.

Sebagai pengelola hutan di Pulau Jawa, kata dia, Perhutani perlu memastikan jenis tanaman yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Jenis tanaman untuk tiap KPH dipilih menurut kecocokan lahan, iklim setempat dan sifat ekologis wilayahnya,” katanya.

Khoerur menilai persiapan musim tanam merupakan bagian dari tanggung jawab Perhutani dalam menjaga hutan negara agar tetap memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

“Sebagai perusahaan umum yang diberi mandat mengurus hutan negara, Perhutani memikul tugas memelihara alam sekaligus memastikan hutan berguna bagi masyarakat dalam jangka panjang. Persiapan musim tanam termasuk bagian penting dari tugas itu,” katanya. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini