JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan transformasi PT PLN (Persero), termasuk pembenahan model bisnis dan akselerasi penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW).
Arahan tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Rosan mengatakan, Presiden meminta agar kajian transformasi PLN segera dilakukan dan dipaparkan sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Intinya, bagaimana mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100 gigawatt solar panel,” kata Rosan seusai pertemuan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Danantara akan berkoordinasi dengan tim PLN untuk menyusun langkah transformasi secara menyeluruh. Kajian itu mencakup pembenahan model bisnis guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, sekaligus diharapkan dapat mengurangi beban subsidi.
“Kami diminta untuk melakukan assessment dan juga kemudian mengajukan usulan seperti apa kepada Bapak Presiden,” ujarnya.
PLN Diminta Perkuat Antisipasi Gangguan Listrik
Selain transformasi bisnis dan percepatan penggunaan energi surya, evaluasi juga akan menyasar kesiapan PLN menghadapi kondisi darurat, terutama dalam mengantisipasi gangguan pasokan listrik.
Rosan mengatakan, rencana cadangan atau backup plan yang dimiliki PLN perlu dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menghadapi berbagai kemungkinan di seluruh wilayah Indonesia.
“Pastinya sudah ada, tapi itu perlu disempurnakan,” kata Rosan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional PLN agar lebih tanggap menghadapi gangguan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
Meski demikian, Danantara masih akan melakukan kajian dan menyusun usulan sebelum langkah transformasi tersebut ditindaklanjuti sesuai arahan Presiden. (**)


































