OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Perselisihan di media sosial berujung bentrokan maut di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bentrokan yang melibatkan warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung pada Kamis (15/10/2026) malam itu menyebabkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tragis ini diduga bermula dari aksi saling sindir melalui TikTok, yang kemudian berlanjut ke percakapan WhatsApp hingga berujung pada pertemuan kedua kelompok di kawasan Pasar Tanjung Lubuk.
Berdasarkan kronologi awal, perselisihan mulai mencuat pada Selasa (13/10/2026). Saat itu, seorang warga berinisial N mengunggah konten yang menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Unggahan tersebut kemudian memicu perdebatan setelah mendapat komentar dari warga berinisial W.
Saling balas komentar pun berkembang menjadi adu kata-kata bernada keras. Perselisihan yang semula berlangsung di ruang digital itu kemudian meluas melalui pesan WhatsApp, melibatkan warga dari kedua desa.
Situasi semakin memanas ketika kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam perjalanan menuju lokasi, kelompok warga Desa Bumi Agung disebut menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok warga Desa Jambu Ilir datang dari arah belakang dengan menggunakan tiga unit mobil.
Menurut informasi awal, kendaraan yang ditumpangi kelompok warga Desa Jambu Ilir menabrak rombongan pengendara sepeda motor dari Desa Bumi Agung. Peristiwa tersebut kemudian memicu perkelahian antara kedua kelompok.
Bentrok itu berakhir tragis. Dua warga berinisial W (50) dan F (18) dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Seorang warga berinisial DP (30) mengalami luka-luka, sedangkan M (18) dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menyusul kejadian tersebut, personel Polsek Tanjung Lubuk bersama personel Polres OKI turun ke lokasi untuk menangani situasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian.
Sekitar pukul 22.30 WIB, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial MDA (28) dan N (53). Keterlibatan serta peran keduanya masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.
Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta SH SIK MH menyayangkan insiden yang berujung pada jatuhnya korban jiwa tersebut. Kepolisian, katanya, masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap penyebab bentrokan dan peran masing-masing pihak.
“Peristiwa ini sangat kami sesalkan karena perselisihan yang bermula di media sosial berujung pada jatuhnya korban jiwa. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendalami peran masing-masing pihak berdasarkan fakta dan alat bukti,” katanya.
Kapolres juga mengimbau warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung agar menahan diri serta tidak melakukan aksi balasan yang berpotensi memperluas konflik.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Serahkan penanganan perkara kepada kepolisian agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum,” ujarnya.
Hingga kini, Polres OKI masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, mulai dari perselisihan di media sosial, komunikasi antara kedua kelompok, kesepakatan untuk bertemu, hingga kejadian yang memicu bentrokan.
Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap kronologi secara utuh serta memastikan pertanggungjawaban hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.


































