PALEMBANG, KITOUPDATE.COM – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi fokus utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan selama sepekan ke depan. Tingginya aktivitas titik api di wilayah tersebut dinilai turut berdampak terhadap kualitas udara di Kota Palembang.
Langkah percepatan itu disepakati dalam Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat BPBD Provinsi Sumsel, Jumat (2/10/2026).
Rapat dipimpin Danrem 044/Gapo bersama Kepala BPBD Provinsi Sumsel dan dihadiri Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., serta perwakilan TNI AU SMH Palembang, BNPB RI, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Diskominfo, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumsel, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera hingga BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel.
Dalam forum tersebut, seluruh unsur terkait mengevaluasi kondisi terkini sekaligus menyusun langkah cepat untuk menekan penyebaran karhutla, khususnya di wilayah OKI.
Sejumlah strategi langsung disiapkan. Di antaranya memperkuat Posko Terpadu yang melibatkan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni, menambah personel gabungan di lapangan, serta mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan.
Dukungan water bombing juga akan diperkuat untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat. Selain itu, pelaporan titik api dari lapangan diminta dipercepat agar respons pemadaman dapat dilakukan lebih dini.
Koordinasi dengan perusahaan pemegang konsesi lahan juga menjadi perhatian. Perusahaan didorong ikut memperkuat penanganan di wilayah prioritas, terutama dalam mendukung sumber daya dan peralatan pemadaman.
Tak hanya fokus pada pemadaman, dampak asap terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Dengan kondisi kualitas udara Palembang yang terdampak kabut asap, pemerintah daerah dan instansi terkait membahas penyiapan layanan kesehatan gratis selama 24 jam bagi masyarakat terdampak di tingkat kabupaten/kota.
Layanan tersebut disiapkan dengan dukungan tenaga medis dan obat-obatan. Pemeriksaan kesehatan berkala terhadap personel yang bertugas di lokasi karhutla juga menjadi bagian dari langkah perlindungan bagi petugas di lapangan.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso menegaskan Polda Sumsel siap mendukung penuh langkah terpadu bersama TNI, BPBD dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan TNI, BPBD, dan seluruh instansi terkait agar penanganan karhutla di OKI dapat berjalan lebih terarah dan efektif. Fokus kami adalah mempercepat pemadaman sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak asap,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menangani karhutla secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen mendukung penuh sinergi penanganan karhutla demi memulihkan kualitas udara dan melindungi kesehatan masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Nandang.
Rapat evaluasi tersebut menghasilkan sejumlah langkah yang akan segera ditindaklanjuti seluruh unsur terkait. Fokus penanganan diarahkan pada percepatan pemadaman di wilayah prioritas, penguatan personel dan peralatan, optimalisasi dukungan teknologi modifikasi cuaca, serta perlindungan kesehatan masyarakat dan petugas.
Dengan OKI menjadi fokus utama selama sepekan ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan mampu menekan titik api sekaligus mempercepat pemulihan kualitas udara di Palembang dan wilayah Sumatera Selatan yang terdampak asap. (Eko Saputra)


































