JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta investor domestik maupun internasional tidak ragu menanamkan modal di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Luhut menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sehat dan tidak akan mengalami kehancuran atau kolaps.
Pesan tersebut disampaikan Luhut dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Rabu.
“Pesan saya sangat jelas dan sederhana bagi para investor: jangan ragu untuk berinvestasi di negara ini. Fundamental ekonomi kita tetap sehat dan prospek jangka panjang kita sangat kuat. Indonesia tidak akan kolaps,” ujar Luhut.
Luhut mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan internal. Namun, pemerintah, kata dia, terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, sekaligus memperkuat industri nasional, tata kelola pemerintahan, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut Luhut, strategi investasi Indonesia juga mulai bergeser. Pemerintah tidak lagi hanya mengejar technology transfer, tetapi mendorong joint innovation atau inovasi bersama antara perusahaan nasional dan mitra internasional.
Perubahan pendekatan itu, lanjut dia, terutama diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti nikel, baterai, dan kendaraan listrik (EV).
Luhut mendorong mitra internasional tidak hanya membawa modal dan teknologi, tetapi juga membangun laboratorium bersama, melatih para insinyur Indonesia, serta melibatkan peneliti muda dalam menyelesaikan persoalan industri secara langsung.
“Para insinyur muda Indonesia harus terlibat langsung dalam riset dan pengembangan teknologi bersama mitra internasional,” katanya.
Ia menilai penguatan ekosistem riset dan inovasi membutuhkan dukungan investasi berkelanjutan. Penelitian tahap awal, menurut Luhut, membutuhkan pendanaan jangka panjang atau patient capital. Teknologi yang menjanjikan kemudian perlu diuji melalui proyek percontohan sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Karena itu, pemerintah juga berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan dan menyederhanakan prosedur birokrasi agar komitmen investasi tidak berhenti pada tahap kesepakatan, tetapi dapat direalisasikan menjadi proyek konkret.
Dengan pendekatan tersebut, Luhut berharap investasi di Indonesia tidak hanya menghasilkan aliran modal, tetapi juga memperkuat kemampuan industri nasional, meningkatkan kualitas SDM, dan menciptakan kapasitas teknologi yang dapat dikembangkan di dalam negeri. (**)


































