Beranda Headline BPBD Kalsel Ajak Mahasiswa Turun Cegah Karhutla

BPBD Kalsel Ajak Mahasiswa Turun Cegah Karhutla

32
0

BANJARBARU, KITOUPDATE.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Keterlibatan mahasiswa dinilai dapat diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan Karhutla, termasuk aktivitas yang harus dihindari dan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sesuai kapasitas dan kemampuan mereka.

“Mahasiswa dapat berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai hal-hal yang perlu dilakukan, tindakan yang harus dihindari, serta aktivitas yang dilarang karena berpotensi memicu kebakaran,” kata Ronny usai menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarbaru, Rabu.

Menurut Ronny, keterlibatan mahasiswa tidak harus selalu berada di garis depan penanganan kebakaran. Edukasi kepada masyarakat justru menjadi salah satu kontribusi penting yang dapat dilakukan untuk memperkuat pencegahan sejak dini.

BPBD Kalsel berharap kolaborasi dengan mahasiswa dapat memperluas jangkauan sosialisasi sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengendalian Karhutla.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik dukungan dari adik-adik mahasiswa, termasuk kesediaan dan tawaran mereka untuk membantu dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Audiensi BEM ULM tersebut juga menjadi forum bagi mahasiswa untuk mengetahui perkembangan penanggulangan Karhutla di Kalsel, termasuk langkah pemerintah dan kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan.

“Pagi tadi kami menerima kawan-kawan mahasiswa dari BEM ULM Kalimantan Selatan. Mereka ingin mengetahui perkembangan komunikasi dan penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan, termasuk upaya-upaya yang sudah dilakukan dan kendala yang dihadapi tim di lapangan,” kata Ronny.

Pertemuan tersebut turut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Balai Wilayah Sungai.

Dalam audiensi itu, mahasiswa BEM ULM menyampaikan sejumlah bentuk dukungan yang dapat dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, kegiatan sosial hingga gagasan inovasi untuk membantu penanggulangan Karhutla.

Ronny menilai tawaran tersebut menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Dengan keterlibatan pemerintah, mahasiswa, masyarakat, dan berbagai instansi terkait, upaya pencegahan diharapkan tidak hanya bergantung pada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga diperkuat melalui edukasi dan partisipasi masyarakat sejak awal. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini