OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, didorong memperkuat pasokan listrik guna menopang produksi ekspor dan rencana perluasan budidaya.
Gubernur Herman Deru meminta PT PLN (Persero) meningkatkan kapasitas dan keandalan listrik di kawasan tambak eks PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat. Penguatan daya dinilai krusial karena kebutuhan energi tambak terus meningkat seiring ekspansi lahan.
Produksi udang vaname dari Sumatera Selatan saat ini mencapai sekitar 15.000 ton per tahun. Namun sebagian belum tercatat sebagai ekspor daerah karena pengiriman masih melalui pelabuhan di luar provinsi.
“Ini penyumbang devisa besar. Pencatatan produksi harus tertib agar kontribusinya terhadap daerah jelas,” kata Deru saat panen raya udang, Selasa (17/2).
Ia menjelaskan, sebelum jaringan listrik masuk, petambak mengandalkan genset berbahan bakar solar dengan biaya operasional tinggi. Kini listrik PLN menekan biaya produksi, tetapi kapasitas daya dinilai belum mencukupi untuk mendukung perluasan lahan yang baru dimanfaatkan sekitar 60 persen.
Deru juga meminta pendataan jumlah petambak dan luas lahan sebagai dasar perencanaan kebutuhan energi, sekaligus penguatan pembinaan teknis dan pengawasan mutu produksi agar udang tetap kompetitif di pasar ekspor.
Bupati OKI, Muchendi, menegaskan infrastruktur listrik menjadi kebutuhan mendesak untuk mengoptimalkan aset tambak yang kini dikelola masyarakat. Ia juga menyoroti keterbatasan daya dan tegangan rendah di sejumlah wilayah pesisir seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang, termasuk jaringan listrik yang telah terpasang tetapi belum dialiri daya.
Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan PLN telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat pasokan listrik. Perusahaan juga membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi Rp13 miliar hingga Rp15 miliar untuk mendukung pengembangan sektor perikanan pesisir.
“Kami menghadirkan energi sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Perkumpulan Pertambakan Udang Wahyuni Mandira, Taufik Yusuf, mengatakan keterbatasan daya masih kerap mengganggu operasional tambak. Petambak mengusulkan penambahan transformator serta pembangunan pos layanan PLN lebih dekat dengan kawasan tambak agar gangguan dapat ditangani lebih cepat. (Rico)


































