OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Gerak cepat jajaran Polres Ogan Komering Ilir kembali membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari sehari, tim Satreskrim bersama personel Polsek Tulung Selapan berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (17/2/2026) dini hari.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di area balai desa, tidak jauh dari lokasi hiburan orgen tunggal yang tengah berlangsung. Keributan diduga dipicu kesalahpahaman dan ketersinggungan antarindividu hingga berujung perkelahian.
Dalam insiden itu, korban berinisial R (33), warga Desa Kayuara, mengalami luka tembak di bagian dada kiri. Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong.
Dari hasil penyelidikan, petugas mengamankan seorang terduga pelaku berinisial A (30), warga Desa Jeramba Rengas. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan yang diduga digunakan dalam penembakan.
Berdasarkan kronologi sementara, saat keributan pecah, pelaku diduga mengeluarkan senjata api rakitan lalu melepaskan tembakan yang mengenai korban hingga meninggal dunia.
Kapolres OKI, Eko Rubiyanto, menegaskan pengungkapan cepat ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.
“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak dan pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB. Proses hukum akan kami jalankan secara profesional dan transparan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa kekerasan.
“Permasalahan sekecil apa pun jangan diselesaikan dengan cara melanggar hukum. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pembunuhan dalam KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, serta pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
Sebelumnya diberitakan, keributan terjadi di lokasi hiburan orgen tunggal sekitar pukul 02.00 WIB. Selain korban meninggal dunia, satu orang lainnya mengalami luka tusuk dan sempat dalam kondisi kritis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala Desa Pulau Beruang, Paradi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut perselisihan terjadi di lapangan voli desa sebelum berujung bentrokan dan penembakan.
“Benar, kejadian sekitar pukul dua dini hari. Satu meninggal karena tembakan dan satu lagi luka serius akibat senjata tajam,” ujarnya. (Rico)


































