FLORES TIMUR, KITOUPDATE.COM — Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Jumat (28/8/2026) pagi. Letusan berlangsung lebih dari enam menit dan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengatakan erupsi terjadi pada pukul 07.35 WITA. Kolom abu teramati berwarna tebal dan bergerak ke arah barat daya serta barat.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi kurang lebih enam menit empat detik,” kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat di sekitar gunung menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Tak hanya abu vulkanik, warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi pada sungai-sungai berhulu di puncak gunung apabila hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.
“Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Lewotobi Laki-laki,” tegas Lana. (**)



































