Beranda Ogan Kemering Ilir Karhutla Padang Sugihan Terkendali, Habitat Gajah Dijaga

Karhutla Padang Sugihan Terkendali, Habitat Gajah Dijaga

64
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, diperkirakan telah melanda sekitar 90 hektare. Meski api dilaporkan terkendali, Satgas Karhutla Sumsel masih memperkuat pemadaman dan pendinginan untuk mencegah titik api kembali meluas.

Penanganan menjadi perhatian khusus karena kawasan tersebut merupakan habitat berbagai jenis satwa, termasuk gajah liar dan gajah binaan yang berada di sekitar Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan.

Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Daniwari Widiyanto turun langsung meninjau lokasi karhutla, Kamis (10/9/2026).

“Kegiatan hari ini kita melaksanakan pengecekan titik karhutla SM Padang Sugihan secara langsung,” ujar Khabib.

Selain mengecek area terdampak, rombongan juga memantau kondisi satwa di kawasan konservasi tersebut. Berdasarkan pemeriksaan bersama dokter dan pihak terkait, hingga kini belum ditemukan gajah yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Khabib mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui patroli udara, pemadaman dari darat, hingga operasi water bombing.

Satgas Karhutla juga mendapat dukungan personel tambahan dari sejumlah daerah, termasuk Manggala Agni, untuk memperkuat operasi di lapangan.

“Karhutla ini terjadi di lahan kurang lebih 90 hektare yang terbakar. Alhamdulillah sampai dengan saat ini sudah terkendali,” katanya.

Namun, kondisi terkendali belum berarti penanganan dihentikan. Pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan bara maupun titik api yang tersisa benar-benar aman dan tidak kembali membesar.

Terlebih, lokasi kebakaran berada di kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting sebagai habitat satwa dan bagian dari ekosistem yang harus dilindungi.

Dalam operasi tersebut, sejumlah perusahaan turut memberikan dukungan berupa personel dan sarana pemadaman.

Khabib mengapresiasi keterlibatan PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT SBA Wood Industries, yang merupakan mitra pemasok APP Group, dalam membantu penanganan karhutla sekaligus mendukung perlindungan satwa di kawasan Padang Sugihan.

“Kita juga memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla ataupun dalam menjaga satwa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto menegaskan bahwa penanganan kebakaran di kawasan konservasi tidak semata-mata mengejar pemadaman api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa menjadi bagian penting dalam setiap operasi.

“Satwa-satwa yang ada di sini kami pantau terus setiap harinya, seperti gajah, baik gajah binaan maupun gajah liar. Habitat yang sudah termonitor dan teridentifikasi sebagai habitatnya pasti menjadi prioritas kami amankan di lapangan,” kata Daniwari.

BKSDA bersama Satgas Karhutla dan para pihak terus memetakan serta mengamankan area yang menjadi habitat penting satwa agar tidak ikut terdampak kebakaran.

Dukungan water bombing dan pemadaman darat dari berbagai unsur, termasuk dunia usaha, diarahkan untuk membatasi penyebaran api sekaligus mencegah kebakaran memasuki area yang menjadi habitat satwa.

Di tengah musim kemarau, pemantauan kesehatan gajah juga diperketat. Selain pemeriksaan rutin, satwa diberikan dukungan nutrisi berupa buah-buahan dan bubur nutrisi serta obat-obatan sesuai kebutuhan medis.

Daniwari kembali mengapresiasi dukungan BMH, BAP, dan SBA Wood Industries dalam penanganan karhutla di sekitar kawasan tersebut.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, Satgas Karhutla, BKSDA, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat. Sebab, pengendalian karhutla di kawasan konservasi bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga memastikan habitat dan keanekaragaman hayati tetap terlindungi. (Rico)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini